MAAF MAAF DAN MAAF
Terik matahari begitu panas
kurasakan ,daun – daun kuning yang
mulai mengeringpun berjatuhan
disepanjang jalan yang kulalui bersama
Eviana sahabatku . angin mulai berhembus pelan memainkan jilbabku ,setidaknya
aku sediki tmerasakan kesejukkan walau sedikit .saat itu adalah pertengahan
bulan Mei 2012 , seperti biasa aku pulang sekolah dengan sahabatku Eviana
.rumah kami yang dekat membuataku dan dia sangat akrab .
“tahu enggak ,tadi waktu
dikelas Affan selalu menatap kamu terus lohhh !!! “ kata Eviana meledekku sambi
ltersenyum jahil .
‘hallah !!!, kamu itu ada – ada
saja “ kataku membantah ucapan Eviana .
“ beneran lohh ran ,nggak Cuma
aku yang ngerasa .tapi hampir semua
teman sekelas kita juga ngerasain juga “ ucap Eviana terus meledekku .
“udahahh ,nggak usah dibahas lagi
“kataku mengakhiri percakapan kami .
Affan adalah teman sekelasku ,aku
sudah mengenalnya sejak SD karena kami satu sekolahan pula .dia juga adalah orang yang selalu
mencoba meredakan emosiku ketika aku sedang marah .Affan bisa mengerti dan memahamiku .
Tap iakhir – akhir ini aku mula
imerasa resah dengan kedekatanku dengan Affan .itu karena teman – temanku
berkata jika sebenarnya Affan menyukaiku. Aku sendiripun tak ,karena bagiku Affan hanyalah teman biasa
,tak mungkin aku menganggapnya lebih dari hanyasebatasteman .
Keesokan harinya ,saat pelajaran
PKN kelasku disuruh untuk membuat kelompokempat orang untuk berdiskusi tentang
bab yang kami pelajari .
Tiba – tiba Affan duduk dikursi
sebelahku yang kosong .
“ sudah dapat kelompok belum ?? “
Tanya Affan .
“ belum … “jawabku singkat sambil
mencoret – coret kertas denganbolpoint .
“ hayy !!!! … “ sapa Ariska dan
Dinna .
“ hay juga ,kenapa ris ?? “ Tanya
Affan ,sementara aku hanya tersenyum pada Ariska dan Dinna .
“ fan,PKN kamu kelompoknya dengan
siapa ?? “ tanya Ariska
“ emm....aku sih maunya satu kelompok
sama Kiran saja ” jawab Affan sambil tersenyum padaku .
“ ahh..sama aku dan Dinna saja fan “
kata Ariska membujuk Affan .
“ nggak ahh !!! , aku mau sama Kiran
aja “ kata Affan lagi
“wah... ada something nihh !! “
ledek Dinna sambil tersenyum .
“something apa , nggak ada apa –
apa kok “ kataku malas
“ yang bener ?? “tanya Ariska
“ he’em lahh , ngapain aku bohong
. nggak nguntungin buat aku kan!! “ jawabku lagi .
Sejak kejadian itu , aku mulai
menjauhi Affan . bukan karena aku
membencinya atau apa , tapi karena aku tidak ingin ada gosip yang tidak – tidak
tentangku . sementara itu teman – temanku tak henti – hentinya meledekku terus
– terusan .
Hari – hari yang kulaluipun
terasa menyebalkan , aku sangat jengkel dengan sikap Affan yang terus menerus
mencoba mendekatiku . akupun mulai sebal pada Affan .
“ kamu mau melanjutkan kemana ran
?? “ tanya Ary
Ketika itu aku dan teman –
temanku sedang membicarakan tentang rencana kami setelah lulus SMP nanti .
“ aku belum tahu , tapi ibuku
menyuruhku mondok “ jawabku sambil bertopang dagu .
“ mondok ? mondok dimana ?? “
tanya Tiwi .
“ nggak tahu aku , mungkin di
Magelang . ibuku pernah mengatakan tentang
rencananya untuk memasukkanku dipondok pesantren disana “ jawabku
panjang lebar .
“ kalau kamu mondok , terus
Affan-nya gimana donk !! “ kata Rangga sambil tertawa meledekku .
“ ahh... selalu saja meledekku
.bisa nggak sih satu hari saja nggak usah meledekku “ kataku kesal .
“ hehehe...sorry !! “ kata Rangga
sambil meringis .
“ fan , kamu mau melanjutkan
kemana ?? “ tanya Priska .
“ aku mau melanjutkan ketempat
yang sama dengan Kiran “ jawab Affan sambil memandang kearahku .
“Kiran kan mau mondok !! “ kata
Dilla .
“ ya... aku juga mau mondok “
ujar Affan sambil tersenyum .
“ jadi kamu mau ngikutin aku
terus ? “ tanyaku pada Affan .
“ iya , aku akan selalu mengikuti
kemanapun kamu sekolah nanti “ jawab Affan sambil tersenyum simpul .
Aku hanya bisa menghela nafas
,kenapa Affan masih saja seperti itu .teman – temanku pun akhirnya meledekku
lagi , sepertinya mereka takkan pernah bisa berhenti sebelum aku benar – benar
marah .
Saat pelajaran matematika , tiba
– tiba Affan menghampiriku dan duduk disebelahku lagi . aku sudah sangat
jengkel dengan tingkahnya , kenapa dia terus mendekatiku .
“ ini gimana ran ?? “ tanya Affan sambil menunjuk kesalah satu
rumus matematika dibukunya .
“ mana aku tahu , sudah sana
pergi “ kataku marah , tapi Affan masih
saja diam disana .
“ sana pindah , aku bilang sana
pindah Affan !!! “ kataku keras sambil menatapnya tajam .
Teman – temanku yang mendengarnya
memperhatikan aku dan Affan . karena aku sudah tidak betah jika terus duduk
disebelah Affan , akhirnya aku pindah kebangku milik temanku . celakanya kursi
yang ada disampingku juga kosong . seperti dugaanku , Affan pindah kesampingku
lagi . aku hanya dapat menghela nafas dalam – dalam , sementara teman – temanku
memperhatikan dengan tersenyum jahil .
“ ehemm...ehemm aku juga pengen
donk !! “ kata Hafidz sambil tersenyum menggodaku .
“ diam kamu !!!! “ kataku keras
dan marah pada Hafidz , seketika itu juga semua temanku diam .
Aku menatap Affan dengan perasaan
yang sulit untuk diungkapkan , aku merasa marah , jengkel dan muak padanya .
kemudian aku mengemasi tasku dan beranjak pergi dari kursi itu . aku akhirnya
menempati bangku milik Andrea , untungnya kursi disampingnya ditempati oleh
Fatma , jadi Affan pasti tidak akan mengikuti aku lagi .
“ kamu kenapa sih benci sekali
sama Affan ?? “ tanya Fatma
Sebenarnya aku tahu jika Fatma
menyukai Affan , jadi aku merasa malas menjelaskannya . pasti dia akan terus –
terusan bertanya .
“ nggak apa – apa kok ! “ jawabku
singkat , kemudian aku menyibukkan diri dengan membaca buku .
Semakin hari aku semakin benci
pada Affan , tapi sepertinya takdir tidak berpihak padaku . aku kembali harus
berurusan dengan Affan . kali ini , guru matematikaku meminta aku menjadi wakil
dalam lomba olimpiade matematika tingkat SMP/MTS. Awalnya aku mau dan senang –
senang saja, tapi ketika aku tahu jika pasanganku yang akan mengikuti lomba itu
ternyata Affan , aku menjadi malas dan berusaha untuk tidak jadi mengikutinya .
Aku meminta pada guruku agar aku
digantikan oleh Rista temanku yang juga pandai dalam matematika , tapi guruku
menolak dengan tegas .
“ aku mohon pak , ganti aku
dengan Rista saja . aku yakin Rista lebih pandai dibanding aku dalam pelajaran
matematika “ kataku meminta pada guruku .
“ tidak bias begitu , kamu yag
harus ikut , bukan Rista “ tegas guruku sambil menatapku .
Aku hanya bisa pasrah menerima
keadaan ini , tanpa kuduga ternyata guruku yang bernama pak Cholis itu
mengetahui sebab kenapa aku ingin mundur dalam lomba itu . diapun malah
menggodaku habis – habisan , dan juga mengatakan jika aku dan Affan adalah
pasangan yang serasi .
“ dia baik Kiran , Affan berbeda
dari teman – teman sekelasmu yang laki – laki . dia pintar , baik ,sopan dan untuk
tampangnya dia termasuk lumayan lohh !! “ kata pak Cholis ambil tersenyum . aku
hanya dapat diam sambil menunduk .
“ baiklah !!!! , terserah kamu
saja . mau Affan atau Rista yang ikut , tapi yang pasti kamu harus ikut”
ucapnya lagi .
“ benar pak ??? “ tanyaku
bersemangat
Pak Cholis hanya tersenyum dan
mengangguk . aku sangat senang sekali , akhirnya aku tak jadi berpasangan
dengan Affan . akupun memilih Rista yang akan menjadi pasanganku dalam lomba
itu.
Hari demi hari tanpa sadar aku
semakin dekat dengan Ujian Nasional .aku berusaha belajar dengan semaksimal
mungkin , walau gossip tentang aku dan Affan masih saja dibicarakan . bahkan
guru – guruku banyak yang mengetahuinya dan tak jarang mereka meledekku .
sering aku dengar dari guruku jika aku dan Affan pacaran , tentunya mereka akan
sangat mendukung dan mengetahuinya .
Sebenarnya aku tak bermaksud
berbuat kasar ataupun tidak sopan pada Affan , aku hanya tidak mau memikirkan
hal – hal yang tidak penting bagiku , dan pada akhirnya akan menghambat prestasiku
dalam sekolah .aku tahu semua tentang Affan dari Hanafi sahabatnya . Hanafi
pernah menemuiku ketika aku sedang duduk sendirian didepan kelasku . katanya
Affan mulai menyukaiku ketika kelas enam SD , tapi baru sadar jika dia memiliki
rasa yang lebih dari hanya teman padaku ketika kelas dua SMP . selama ini Affan
pun tahu semua tentangku , termasuk kenapa sampai sekarang aku belum memiliki
pacar .
Akhirnya aku lulus SMP dengan
bahagia , aku masih tetap menjadi peringkat satu dan syukurlah aku menjadi lulusan
terbaik di SMPku . aku melanjutkan ke SMA yang aku inginkan , sedangkan Affan
melanjutkan kesalah satu SMK dikotaku . kini setelah berlalu hampir satu tahun
, aku mulai menyesal atas perlakuanku pada Affan dulu . aku sadar jika aku
salah pada Affan , bahkan mungkin berdosa besar padanya .kini aku dan Affan
takkan bisa lagi seakrab dulu , yang tersisa kini hanya penyesalan – penyesalan
dalam hatiku . aku merasa bodoh karena membuang – buang waktuku yang tersisa
dulu waktu di SMP hanya untuk hal – hal yang sebenarnya malah membuat aku
kehilangan sahabat terbaikku sejak SD , kini persahabatan kami renggang juga
karena masalah ini .
Suatu hari nanti saat aku sudah
dapat memaafkan sikapnya itu dan melupakan semua yang pernah terjadi , pasti
aku akan meminta maaf padanya .
“ maaf , maaf dan maaf “ kataku
dalam hati sambil menatap fotonya dalam album kenangan SMPku ,kemudian menatap
jalanan yang mulai basah oleh titik – titik hujan yang berjatuhan dari atas
langit . seperti hatiku kini yang terisi oleh penyesalan karena telah menyakiti
hati Affan .
SELESAI…
