Rabu, 16 Oktober 2013

Berawal Dari Facebook

| |

Berawal Dari Facebook

Dering alarm hp yang nyaring mengusik tidur lelapku. Kucoba mengabaikannya, menarik selimut sampai menutupi kepala, dan membenamkan wajah ke bantal dalam-dalam. Alrm itu akan terus berdering, membuat kepalaku sakit. Lagi pula, kalaupun alrm ini kumatikan, mama pasti akan segera muncul dan memaksaku untuk segera bangun. Hal itu sudah menjadi kebiasaan burukku sehari-hari. Tidak hanya itu, masih banyak kebiasaan burukku di pagi hari, selain aku susah dibangunkan, aku juga paling lama menghabiskan waktu dikamar mandi, biasanya setelah masuk kamar mandi aku tidak langsung mandi melainkan melanjutkan tidurku dikamar mandi sejenak. Itu yang membuat mama kerap sekali marah padaku, selanjutnya aku banyak menghabiskan waktu di depan cermin sehingga kadang waktu untuk sarapan pagi tidak tersisa. Ditambah lagi kebiasaanku menyiapkan buku pelajaran di pagi hari, yaah.. aku memang termasuk  orang yang tidak bisa memanage waktu dengan baik, tapi setidaknya aku masih bisa berangkat tepat waktu sampai disekolah.
Sebelum melangkah lebih jauh perkenalkan namaku Tisa umurku 15 tahun menginjak 16. Aku adalah seorang murid di SMA Bima Sakti. Aku mempunyai body yang ramping tetapi tidak terlalu tinggi, bahkan setiap orang yang baru mengenalku mereka mengira kalau aku ini seorang murid SMP.
Aku mempunyai hoby bermain jejaring sosial facebook, menurutku itu sangat mengasyikkan. Kisah cintaku bermula dari perkenalanku lewat facebook dengan teman kakakku. Ohya. . . aku mempunyai seorang kakak perempuan sebut saja namanya Fira. Kakakku juga murid di SMA Bima Sakti, sekarang ini dia sedang duduk dibangku kelas XII IPA 3, kakakku ini bisa dibilang murid yang cukup pandai, dia selalu menduduki peringkat dikelasnya. Bahkan aku sering meminta bantuan mengenai pelajaran padanya dan dia pun tak segan untuk mengajariku sampai bisa.
Kembali ke facebook, di facebook aku jadi lebih banyak mempunyai teman baru. Yang sebagian besar mereka adalah teman kakakku. Sebut saja mereka Andi, Bayu, Farel, dan Marsel. Mereka yang akhir-akhir ini sedang dekat denganku. Dan salah satu diantaranya pernah ingin mendaftar jadi pacarku, dia yang aku maksud yaitu Bayu. Tapi aku justru berusaha mengalihkan topik pembicaraan, tentu saja aku tidak mau kegabah dalam urusan percintaan, aku tidak mau salah pilih, nanti bisa-bisa jadi menyesal di akhir, jadi kupikir lebih baik aku hanya berteman saja dengannya. Andi, Bayu, dan Marsel, aku memang dekat dengan ketiganya, bagaimana tidak setiap aku update status mereka pasti hadir untuk meramaikan suasana. Yang aku heran setiap kali mereka komen statusku antara Andi dan Bayu kerap sekali terjadi perselisihan, gara-gara  Bayu merasa kalau Andi tampak ingin membuat dirinya tampak buruk dimataku. Tapi memang iya juga sih menurutku, yang membuat aku bingung kenapa Andi seperti itu, dia seperti tidak suka kalau Bayu dekat denganku, padahal Andi juga sudah mempunyai pacar. Tiba-tiba kulihat tulisan tebal pada pesan facebook, dengan rasa penasaran aku buka pesan itu. Ternyata pesan itu dari Andi.
“ Selamat malam J, maaf aku hanya ingin memberi nomer hpku jika suatu saat kamu membutuhkan aku”
Aku jadi tambah tidak mengerti kenapa Andi tiba-tiba memberiku nomer hpnya padahal aku sendiri tidak memintanya. Tanpa berfikir panjang aku jawab
“ Iya malam, oke terimakasih kakak pasti akan aku simpan nomernya”
Semenjak Andi memberikan nomer hpnya kami pun jadi sering smsan bahkan dia pun semakin sering memberikan komen pada statusku. Lama-kelamaan pacarnya tau dan gara-gara kejadian ini mereka sempat bertengkar dan akhirnya putus. Sebelumnya aku diberi tau oleh Bayu, Bayu memang bisa dibilang sangat dekat dengan Andi. Dan menurut cerita yang aku dapat dari Bayu, memang benar kandasnya hubungan mereka ada kaitannya denganku, meski pun aku tidak punya niatan untuk merebut Andi dari pacarnya, tapi aku tau, aku bisa merasakan bila aku ada diposisi natasya pacar Andi, aku pun juga akan merasa cemburu, karena itu aku hargai keputusan Andi yang ingin menjauh dariku. Semenjak itu kami tidak ada kontek sama sekali. Dan kabar terakhir yang aku dengar tentang Andi, sekarang Andi dan natasya hubungannya sudah membaik kembali, aku merasa senang mendengar kabar itu.
Hari-hariku terasa sepi, Bayu dan Marsel pun jadi jarang terlihat muncul di status-statusku berikutnya, padahal setiap aku facebookan mereka pun juga sedang online. Sampai akhirnya suatu hari aku beranikan diri untuk menginbox marsel. Cukup lama kami chatting dan itu membahas masalahku dengan andi dan pacar andi, ternyata marsel justru tidak tau masalahku sebelumnya dengan andi. Marsel pun tak segan mendengarkan curhatanku dan sesekali dia memberikan masukan-masukan padaku. Tanpa aku sadari aku jadi sering curhat pada marsel kalo lagi ada masalah, karena aku fikir dia orang yang bisa menjaga rahasia dengan baik sekaligus bisa memberi masukan  padaku, dan yang paling aku suka dari marsel dia orangnya sopan, baik, pintar, dewasa walaupun agak sedikit cuek kalo sama cewek.
Semenjak itu sekarang aku dan marsel jadi sering chatting bareng bahkan setiap pagi dia selalu membangunkan aku lewat sms. Aku jadi takut karena kebaikannya selama ini akan menimbulkan rasa sayang terhadapnya.
Sedangkan kakakku dia sangat dekat sekali dengan farel, bahkan teman-temanku sering mengira kalau mereka itu ada hubungan. Tapi itu tidak mungkin karena kakakku sendiri sudah memiliki pacar, dan hubungan kakakku dengan farel hanya sebatas sahabat, bisa dibilang seperti kakak beradik. Farel sering main kerumahku untuk belajar bareng bersama kakak, mama dan papaku juga sudah menganggap farel seperti anak sendiri. Otomatis aku dan farel jadi sering ketemu, dan ternyata farel juga suka curi-curi pandang padaku, bahkan sesekali dia sering membuat aku jadi salah tingkah.
Hampir setiap hari, hari-hariku tak pernah sepi dari sms, setiap hari hari marsel dan farel mereka selalu menemani hari-hariku yang semula sepi tapi karna mereka hidupku jadi lebih bewarna. Hal yang aku takutkan terjadi perasaan sayang muncul pada dua cowok itu marsel dan farel.
Aku benar-benar dirundung rasa bingung, aku berfikir masak iya aku menyukai keduanya marsel dan juga farel.Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, yang ada difikiranku saat ini hanya facebook, karena memang facebooklah yang ada difikiranku jika aku sedang ada masalah seperti ini. Dengan mencurahkan semua yang ada di fikiranku saat ini berharap mereka tau bahwa yang aku maksud adalah mereka.
Ternyata benar, farel dan marsel ternyata mereka merasa bahwa mereka adalah orang yang aku maksud.
Beberapa hari kemudian farel menyampaikan sesuatu hal padaku lewat pesan singkat yaitu lewat sms, dia bilang bahwa sebenarnya dia hanya menganggap aku sebagai adiknya, sama seperti dia menganggap kakakku sebagai adiknya. Bahkan farel meminta aku jadian sama marsel. Air mata ini tiba-tiba jatuh sendiri membasahi pipiku. Tapia pa boleh buat aku hanya bisa menerima keputusannya meskipun berat. Setelah kejadian itu aku jadi tidak bersemangat melakukan aktifitasku seperti biasa. Namun marsel dia masih setia menemani hari-hariku sehingga aku seakan lupa dengan perasaanku terhadap farel sebelumnya. Selang waktu satu hari aku dan marsel jadian.
Hari demi hari kita lewati aku semakin mengenal karakter marsel, dia benar-benar cowok yang sangat baik menurutku apalagi dimasa sekarang ini aku fikir mencari cowok yang baik seperti marsel sangatlah susah, walaupun marsel biasa saja tapi dimataku dia yang paling sempurna. Tak terasa hubungan kami mulai masuk satu minggu,hubungan kami semakin harmonis, tapi suatu ketika saat aku sedang smsan dengan marsel tiba-tiba dia bertanya padaku
  Sayang aku benar-benar lagi bingung nih orang tuaku menyuruh aku kuliah diJakarta,aku benar-benar bingung, disisi lain aku nggak mau ninggalin kamu sayang, semisal kalo aku ketrima, apa kamu mau nunggu aku?” Tanya marsel padaku
Kenapa setiap aku merasa bahagia selalu ada aja ujian ( batinku dalam hati)
“ Jadi kamu bakalan pergi ninggalin aku L, kalau itu baik untuk masa depan kamu kenapa enggak sayang, aku akan selalu menunggu kamu” jawabku sembari meneteskan air mata yang tidak bisa kutahan semenjak membaca sms dari marsel
“ Sayang aku janji aku akan berusaha bilang ke orang tuaku bagaimanapun caranya, aku nggak akan ninggalin kamu sendiri sayang, aku janji” jawabnya sembari mencoba menenangkan aku
Akupun sedikit lega mendengar kata-kata marsel barusan.
Orang tuaku dan orang tua marsel kini telah mengetahui hubungan kami, dan mereka merestui hubungan kami, aku dan marsel jadi semakin serius menjalani hubungan. Kini tinggal menunggu waktu yang akan menentukan, bagaimana kisah hubungan kami selanjutnya? :D

0 komentar:

Posting Komentar

Template Hits

About this blog