Berawal Dari Facebook
Dering alarm hp
yang nyaring mengusik tidur lelapku. Kucoba mengabaikannya, menarik selimut
sampai menutupi kepala, dan membenamkan wajah ke bantal dalam-dalam. Alrm itu
akan terus berdering, membuat kepalaku sakit. Lagi pula, kalaupun alrm ini
kumatikan, mama pasti akan segera muncul dan memaksaku untuk segera bangun. Hal
itu sudah menjadi kebiasaan burukku sehari-hari. Tidak hanya itu, masih banyak
kebiasaan burukku di pagi hari, selain aku susah dibangunkan, aku juga paling
lama menghabiskan waktu dikamar mandi, biasanya setelah masuk kamar mandi aku
tidak langsung mandi melainkan melanjutkan tidurku dikamar mandi sejenak. Itu
yang membuat mama kerap sekali marah padaku, selanjutnya aku banyak
menghabiskan waktu di depan cermin sehingga kadang waktu untuk sarapan pagi
tidak tersisa. Ditambah lagi kebiasaanku menyiapkan buku pelajaran di pagi
hari, yaah.. aku memang termasuk orang
yang tidak bisa memanage waktu dengan
baik, tapi setidaknya aku masih bisa berangkat tepat waktu sampai disekolah.
Sebelum melangkah
lebih jauh perkenalkan namaku Tisa umurku 15 tahun menginjak 16. Aku adalah
seorang murid di SMA Bima Sakti. Aku mempunyai body yang ramping tetapi tidak
terlalu tinggi, bahkan setiap orang yang baru mengenalku mereka mengira kalau
aku ini seorang murid SMP.
Aku mempunyai
hoby bermain jejaring sosial facebook, menurutku itu sangat mengasyikkan. Kisah
cintaku bermula dari perkenalanku lewat facebook dengan teman kakakku. Ohya. .
. aku mempunyai seorang kakak perempuan sebut saja namanya Fira. Kakakku juga
murid di SMA Bima Sakti, sekarang ini dia sedang duduk dibangku kelas XII IPA
3, kakakku ini bisa dibilang murid yang cukup pandai, dia selalu menduduki
peringkat dikelasnya. Bahkan aku sering meminta bantuan mengenai pelajaran
padanya dan dia pun tak segan untuk mengajariku sampai bisa.
Kembali ke facebook, di facebook
aku jadi lebih banyak mempunyai teman baru. Yang sebagian besar mereka adalah
teman kakakku. Sebut saja mereka Andi, Bayu, Farel, dan Marsel. Mereka yang
akhir-akhir ini sedang dekat denganku. Dan salah satu diantaranya pernah ingin
mendaftar jadi pacarku, dia yang aku maksud yaitu Bayu. Tapi aku justru
berusaha mengalihkan topik pembicaraan, tentu saja aku tidak mau kegabah dalam
urusan percintaan, aku tidak mau salah pilih, nanti bisa-bisa jadi menyesal di
akhir, jadi kupikir lebih baik aku hanya berteman saja dengannya. Andi, Bayu,
dan Marsel, aku memang dekat dengan ketiganya, bagaimana tidak setiap aku
update status mereka pasti hadir untuk meramaikan suasana. Yang aku heran setiap
kali mereka komen statusku antara Andi dan Bayu kerap sekali terjadi
perselisihan, gara-gara Bayu merasa
kalau Andi tampak ingin membuat dirinya tampak buruk dimataku. Tapi memang iya
juga sih menurutku, yang membuat aku bingung kenapa Andi seperti itu, dia
seperti tidak suka kalau Bayu dekat denganku, padahal Andi juga sudah mempunyai
pacar. Tiba-tiba kulihat tulisan tebal pada pesan facebook, dengan rasa penasaran aku buka
pesan
itu. Ternyata pesan itu dari Andi.
“ Selamat malam J, maaf aku hanya ingin memberi nomer hpku jika suatu saat
kamu membutuhkan aku”
Aku jadi tambah tidak mengerti
kenapa Andi tiba-tiba memberiku nomer hpnya padahal aku sendiri tidak
memintanya. Tanpa berfikir panjang aku jawab
“ Iya malam, oke terimakasih kakak
pasti akan aku simpan nomernya”
Semenjak Andi
memberikan nomer hpnya kami pun jadi sering smsan bahkan dia pun semakin sering
memberikan komen pada statusku. Lama-kelamaan pacarnya tau dan gara-gara
kejadian ini mereka sempat bertengkar dan akhirnya putus. Sebelumnya aku diberi
tau oleh Bayu, Bayu memang bisa dibilang sangat dekat dengan Andi. Dan menurut
cerita yang aku dapat dari Bayu, memang benar kandasnya hubungan mereka ada
kaitannya denganku, meski pun aku tidak punya niatan untuk merebut Andi dari
pacarnya, tapi aku tau, aku bisa merasakan bila aku ada diposisi natasya pacar
Andi, aku pun juga akan merasa cemburu, karena itu aku hargai keputusan Andi
yang ingin menjauh dariku. Semenjak itu kami tidak ada kontek sama sekali. Dan
kabar terakhir yang aku dengar tentang Andi, sekarang Andi dan natasya
hubungannya sudah membaik kembali, aku merasa senang mendengar kabar itu.
Hari-hariku
terasa sepi, Bayu dan Marsel pun jadi jarang terlihat muncul di status-statusku
berikutnya, padahal setiap aku facebookan mereka pun juga sedang online. Sampai
akhirnya suatu hari aku beranikan diri untuk menginbox marsel. Cukup lama kami
chatting dan itu membahas masalahku dengan andi dan pacar andi, ternyata marsel
justru tidak tau masalahku sebelumnya dengan andi. Marsel pun tak segan mendengarkan
curhatanku dan sesekali dia memberikan masukan-masukan padaku. Tanpa aku sadari
aku jadi sering curhat pada marsel kalo lagi ada masalah, karena aku fikir dia
orang yang bisa menjaga rahasia dengan baik sekaligus bisa memberi masukan padaku, dan yang paling aku suka dari marsel
dia orangnya sopan, baik, pintar, dewasa walaupun agak sedikit cuek kalo sama
cewek.
Semenjak itu
sekarang aku dan marsel jadi sering chatting bareng bahkan setiap pagi dia
selalu membangunkan aku lewat sms. Aku jadi takut karena kebaikannya selama ini
akan menimbulkan rasa sayang terhadapnya.
Sedangkan
kakakku dia sangat dekat sekali dengan farel, bahkan teman-temanku sering
mengira kalau mereka itu ada hubungan. Tapi itu tidak mungkin karena kakakku
sendiri sudah memiliki pacar, dan hubungan kakakku dengan farel hanya sebatas
sahabat, bisa dibilang seperti kakak beradik. Farel sering main kerumahku untuk
belajar bareng bersama kakak, mama dan papaku juga sudah menganggap farel
seperti anak sendiri. Otomatis aku dan farel jadi sering ketemu, dan ternyata
farel juga suka curi-curi pandang padaku, bahkan sesekali dia sering membuat
aku jadi salah tingkah.
Hampir setiap
hari, hari-hariku tak pernah sepi dari sms, setiap hari hari marsel dan farel
mereka selalu menemani hari-hariku yang semula sepi tapi karna mereka hidupku
jadi lebih bewarna. Hal yang aku takutkan terjadi perasaan sayang muncul pada
dua cowok itu marsel dan farel.
Aku benar-benar
dirundung rasa bingung, aku berfikir masak iya aku menyukai keduanya marsel dan
juga farel.Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, yang ada difikiranku saat
ini hanya facebook, karena memang facebooklah yang ada difikiranku jika aku
sedang ada masalah seperti ini. Dengan mencurahkan semua yang ada di fikiranku
saat ini berharap mereka tau bahwa yang aku maksud adalah mereka.
Ternyata benar,
farel dan marsel ternyata mereka merasa bahwa mereka adalah orang yang aku
maksud.
Beberapa hari
kemudian farel menyampaikan sesuatu hal padaku lewat pesan singkat yaitu lewat
sms, dia bilang bahwa sebenarnya dia hanya menganggap aku sebagai adiknya, sama
seperti dia menganggap kakakku sebagai adiknya. Bahkan farel meminta aku jadian
sama marsel. Air mata ini tiba-tiba jatuh sendiri membasahi pipiku. Tapia pa
boleh buat aku hanya bisa menerima keputusannya meskipun berat. Setelah
kejadian itu aku jadi tidak bersemangat melakukan aktifitasku seperti biasa.
Namun marsel dia masih setia menemani hari-hariku sehingga aku seakan lupa
dengan perasaanku terhadap farel sebelumnya. Selang waktu satu hari aku dan marsel
jadian.
Hari demi hari
kita lewati aku semakin mengenal karakter marsel, dia benar-benar cowok yang
sangat baik menurutku apalagi dimasa sekarang ini aku fikir mencari cowok yang
baik seperti marsel sangatlah susah, walaupun marsel biasa saja tapi dimataku
dia yang paling sempurna. Tak terasa hubungan kami mulai masuk satu
minggu,hubungan kami semakin harmonis, tapi suatu ketika saat aku sedang smsan
dengan marsel tiba-tiba dia bertanya padaku
“ Sayang aku benar-benar lagi bingung nih orang
tuaku menyuruh aku kuliah diJakarta,aku benar-benar bingung, disisi lain aku
nggak mau ninggalin kamu sayang, semisal kalo aku ketrima, apa kamu mau nunggu
aku?” Tanya marsel padaku
Kenapa setiap
aku merasa bahagia selalu ada aja ujian ( batinku dalam hati)
“ Jadi kamu
bakalan pergi ninggalin aku L,
kalau itu baik untuk masa depan kamu kenapa enggak sayang, aku akan selalu
menunggu kamu” jawabku sembari meneteskan air mata yang tidak bisa kutahan
semenjak membaca sms dari marsel
“ Sayang aku
janji aku akan berusaha bilang ke orang tuaku bagaimanapun caranya, aku nggak
akan ninggalin kamu sendiri sayang, aku janji” jawabnya sembari mencoba
menenangkan aku
Akupun sedikit
lega mendengar kata-kata marsel barusan.
Orang tuaku dan
orang tua marsel kini telah mengetahui hubungan kami, dan mereka merestui
hubungan kami, aku dan marsel jadi semakin serius menjalani hubungan. Kini
tinggal menunggu waktu yang akan menentukan, bagaimana kisah hubungan kami
selanjutnya? :D

0 komentar:
Posting Komentar