Senin, 11 November 2013

Tawaran Membingungkan dalam Kebersamaan

| |
TAWARAN MEMBINGUNGKAN DALAM KEBERSAMAAN PRAMUKA


Pada siang hari Jum’at yang panas itu, semua siswa berkumpul di aula setelah bel istirahat berbunyi.  Mereka bagaikan semut yang sedang rapat untuk mendiskusikan sesuatu. Ari pun terasa heran dengan apa yang mereka lakukan, lalu Ari dan teman-teman mencari tahu apa yang menyebabkan mereka berkumpul bagai semut itu. Bertanya kesana kemari bagaikan reporter yang sedang meliput suatu kejadian yang amat penting. Namun, jawaban mereka belum tahu apa yang menyebabkan berkumpulnya siswa. Kemudian Ari dan kawan – kawan memutuskan untuk melihat ke aula.
Ketika di perjalanan Ari dan kawan – kawan bertemu dengan guru Bahasa Indonesia, sebut saja namanya Pak Khaer. Beliau bertanya kepada Ari. “Eh Ri mau kemana kamu?”
“Oh ini pak mau ke aula, saya lihat kok mereka pada berkumpul disana.” Jawabnya dengan santai.
“Iya, itu adik – adik kelasmu yang mau berpartisipasi ikut lomba pramuka. Temanmu juga disana kok, kalau kamu mau ikut kemungkinan bisa. Karena kamu kan aktivis pramuka dari kelas tujuh sampai sekarang toh.” Kata Pak Khaer.
“Oh gitu ya pak, hehehe.. (sambil tersenyum). Iya pak tapi saya juga kan mau Ujian jadi kemungkinan tidak bisa ikut, tapi kalau ibu dan ayah mengizinkan saya untuk ikut, ya saya nanti ikut.”
“Oh iya sudah deh, tapi bapak sarankan kamu ikut saja, biar lebih rame dan menambah prestasi.”Iya, insyaallah ya pak. Sudah dulu ya pak?”
“Eh,, eh,, katanya mau ke aula?”
“Nggak jadi pak, kan sudah tahu dari bapak.”
“oh ya sudah, sana deh kalau buru – buru.”
“Iya pak,, makasih pak.”
Setelah usai bincang – bincang dengan Pak Khaer, Ari pun kembali ke kelas dengan kawannya. Sesampai di kelas Ari memikirkan tentang lomba pramuka tersebut, sambil duduk di meja bersama temannya.
Bel pun berbunyi  tanda masuk telah tiba. Semua siswa kembali ke tempat masing- masing dengan berlari – larian. Seorang  guru matematika pun masuk ke dalam kelas Ari. Setelah memberi salam, pelajaran pun dimulai. Semua anak terlihat tegang dengan pelajaran matematika karena gurunya agak galak. Namun, semua itu berbeda dengan Ari yang masih memikirkan lomba. Dia terlihat santai tak ada beban dan terkadang tidak memperhatikan pelajaran. Saat Ari tidak memperhatikan pelajaran, guru matematika itu tahu dan Ari disuruh mengerjakan soal di depan. Dia pun maju ke depan dan mengerjakan soal tersebut. Namun, soal belum selesai dikerjakan bel pulang berbunyi dan pas pada jam 11.00.
Si guru pun berkata dengan wajah yang seram  “ Kamu masih ada hutang sama saya nanti besok dikerjakan sampai selesai.”
Ari pun menjawab “Iya pak.”
Kemudian semua anak berdo’a bersama untuk keselamatan pulang dengan hikmat. Setelah semua pada keluar dari ruangan, Ari dipanggil oleh adik kelas yang tidak lain adalah pratama putra dan putri pramuka sekolahya. Adik kelasnya mengajak Ari untuk ikut lomba Pramuka yang akan dihadiri oleh 10 putra dan 10 putri.
“Iya dek, nanti kakak fikirkan lagi. Masalahnya kurang enam bulan lagi kakak sudah ujian. Terus kakak gak tahu apakah orang tua kakak mengizinkan atau tidak. Lebih bailk yang lain aja deh?”
Pratama putra pun menjawab “Tapi kakak lebih mengerti tentang pramuka dan sudah beberapa kali ikut lomba akhir – akhir ini. Pak Imam juga menyuruh kami untuk mencantumkan kakak dalam peserta nanti. Teman kakak juda ada yang ikut kok. Bahkan si dia juga ikut lho?”
“Iya tapi kan kasihan yang lain adek, masa kakak terus yang ikut lomba. Masa sih Pak Imam bilang begitu?, kayaknya enggak deh, kamu bohong nih. Siapa teman kakak yang ikut?, dan si dia siapa lagi?” Ari menjawab dengan kebingungan.
“Udah deh kakak ikut aja mau gak mau harus ikut ya kak. Beneran kakak, kalau gak percaya nanti berangkat pramuka deh. Yah banyak, ada Kak Fajar, Kak Rahma, Kak Linda, Kak Diah, Kak Wahyu. Itu lho pacar kakak yang di kelas IXE, lah itu dia orangnya. Wah sepertinya dia mau kesini deh, udah dulu ya kak, sampai ketemu kembali nanti.” Pratama putri menjawabnya sambil menarik tangan pratama putra untuk pergi.
“Eh,, eh.. eh nanti dulu!” Ari pun memanggil dengan teriak – teriak.
Ketika pratama putra dan putri pergi, si dia sebut saja Pirzi pun datang menghampiri Ari untuk mengajak pulang bersama. Setelah Pirzi mengajaknya, mereka pun pulang bersama  dengan bersepeda. Di perjalanan mereka saling bercerita tentang hal yang tadi mereka alami pada saat di sekolah.
Kemudian Ari bercerita tentang tawaran pratama kepada pacarnya.
“Zi, tadi aku ditawari untuk ikut lomba pramuka, katanya kamu juga ikut ya?”
Pirzi menjawab “Iya Ari aku ikut lomba pramuka, maaf ya aku gak bilang kamudulu. Karena aku pegen ikut lomba. Kamu juga ikut ya?, biar ada yang nemenin aku disana.”
“Iya tidak apa – apa kok, nanti difikirkan dulu dibolehkan sama orang tua apa tidak. Terus kan enam bulan lagi kita mau ujian kan.”
“Iya juga sih, tapi insyaallah bisa kok diatur waktunya.”
“Oh ya udah deh bagus kalau begitu, gitu dong pacarku.” Ari membalasnya dengan senyuman.
Setelah percakapan mereka habis, Ari sampai dirumahnya lalu mengajak Pirzi untuk mampir ke rumahnya. Namun, Pirzi tidak mau dan langsung pulang. Ketika Ari di rumah dia langsung ganti untuk mandi dan berangkat sholat Jum’at. Sebelum berangkat sholat Jum’at dia sempatkan makan dulu bersama ayah dan ibunya. Sambil makan, dia bercerita tentang tawaran lomba tadi siang.
Ari pun mulai bercerita kepada ayah dan ibunya. Namun sebelum bercerita berakhir, sang ibu bertanya  ‘’Ade pingin apa tidak ikut lomba itu? Fisiknya kira-kira kuat apa tidak kalau ikut?”
 Ari belum bisa menjawab. Sang  ayah menambahi  “Kalau memang lomba itu penting dan ade berminat  ikut saja , tapi kalau ade gak minat gak usah ikut ,dan kalau Ade ikut ujian nanti jangan sampai tidak lulus harus lulus.’’
Ari pun menjawab “Ya ade sih pingin gak pingin sih bu. Tapi kalau fisik pasti kuat. Lomba itu juga penting buat ade ayah. Karena untuk menambah prestasi. Iya ayah ade usahain buat maksimal ikut ujian dan insyaallah Ade lulus yah.”
“Oh gitu bagus deh kalau begitu, itu namanya anak ibu dan ayah. Tapi kalau ikut lomba jangan sampai lupa sholat. Kesehatan dijaga dan kalau latihan jangan sampai malam.” Ibu menjawabnya.
“Iya bu, makasih ya bu.” Ari pun menjawab dengan senyuman dan mengambil air wudhu dulu sebelum berangkat ke masjid untuk sholat  jum’at.
Setelah pulang dari masjid, Ari bersantai semari menungggu jam 13.30 untuk berangkat pramuka. Setelah mau berangkat Ari berpamitan kepada ayah dan ibunya. Sesampai di sekolah Ari bertemu dengan pacarnya dan pratama putra dan putri serta teman – temannya. Mereka menyambut Ari layaknya keluarga. Sedang asyik –asyik bercanda seorang teman bertanya “Ri, gimana tadi ikut kan ke lomba?”
Pratama menambahi, “Ikut dong kak Ari, please yah ikut?”
“Emang gak ada yang lain?, kan masih benyak yang mau ikut ke lomba kan?” Ari menjawab dengan santai.
Rahma menjawab, “Iya memang banyak yang lain, tapi berbeda dengan kamu Ari. Kamu orangnya lucu, humoris, walaupun kadang jengkelin tapi kamu juga ngangenin.”
“Iya Ari, kamu ikut yah biar aku ada yang nemenin disana. Katanya kamu mau bersamaku terus, jadi ikut yah, please.?”
“Cie.. cie.... Ari, ada yang minta buatr nemenin nih.. hahaha..” teman – teman meledek Ari.
Ari hanya tersenyum dan berkata “Iya deh iya aku ikut lomba kawan, sayang. Tapi kita harus juara 1 ya..”
Semua serempak menjawab “ Siap komandan.”
Lalu mereka bercanda tawa lagi sambil mengikuti kegiatan di lapangan. Semua terlihat senang dengan jawaban yang Ari  berikan, seakan mendapat kado spesial. Beberapa minggu lagi lomba akan segera dimulai. Namun Ari dan teman – teman sudah mantap untuk mengikuti lomba tanpa keraguan. Latihan demi latihan selalu dilakukan dengan semangat walaupun masih ada perselisihan, itu semua adalah hal yang biasa.
Dan pada saat hari pelaksanaan lomba, Ari meminta izin kepad orang tua dan akan berkemah selama 4 hari 3 malam.  Orang tua pun mengizinkan Ari lalu mengantar Ari sampai ke sekolahan.”
Sesampainya di sekolah, teman – teman dan pembina sudah menantinya di aula dan akan segera diadakan pemberangkatan. Ari pun langsung menyesuaikan dan berabung bersama mereka. Keberangkatan pun dilaksanakan dengan tertib dan menyanyikan lagu :
“Hari ini kami tinggal sekolahan
Siap – siap melaksanakan perlombaan
Perlombaan yang akan kami lakukan
Juara 1 yang akan kami dapatkan.”
Lagu tersebut mengiringi perjalanan sampai tujuan. Sesampai di tempat tujuan Ari dan kawan – kawan menurunkan barang bawaan dan langsung mendirikan tenda dengan membagi tugas. Tenda laki – laki dipisah dengan tenda perempuan.
Hari –hari terlewati dengan kebersamaan di dalam rumah yang lebarnya 6 x 5 meter (tenda). Masak bersama, apa – apa serba bersama. Terkadang apabila ada waktu lenggang Ari menemui Pirzi di tenda putri bersama temannya. Mereka saling bercumbu dan merayu. Kegiatan demi kegiatan mereka lalui dan akhirnya mendapat juara I lomba : PBB, Senam Pramuka, Senam tongkat, Yel – yel, Pensi, Pidato Bahasa Inggris, dan 7 K tenda. Dan juara II dan III.
Dan pada akhirnya pengumuman dibacakan, pada akhirnya Regu Tergiat jatuh pada pangkalan Ari baik putra maupun putri. Kemudian semua bergembira, senang bahkan terharu. Semua saling memberikan selamat
“ .jika kalian bersungguh-sungguh dan mempunyai niat untuk menuju sesuatu maka gapailah sesuatu itu dengan kebersamaan kawan dan orang tua mu, jangan kamu biarkan orang lain meraih sesuatu yang kamu ingin kan” kata Ari kepada temannya.







1 komentar:

Best casino bonuses - No deposit casino bonuses in India
Find the best no deposit casino bonuses for 룰렛 돌리기 Indian players ✓ Sign titanium wire up bonuses & 예스 벳 start playing right 바카라 사이트 유니 88 now. We review the best 바카라 사이트 No deposit bonuses in India here!

Posting Komentar

Template Hits

About this blog