Sabtu, 28 September 2013

"Awal Dari Perkenalan"

| |
0 komentar
AWAL DARI PERKENALAN
Embun pagi masih membasahi dedaunan, sinar sang mentari menerobos jendela kamarku, angin pagi membelai rambutku yang ku biarkan terherai, sehingga kubiarkan angin pagi pun menampar kulit ku yang masih terbalut baju tidur yang aku kenakan saat itu, kunikmati dan kurasakan segarnya angin di pagi hari itu.
Dan tanpa kusadari hari sudah agak siang dan kuburu-buru memasuki kamar mandi dan persiaapan mau berangkat sekolah, dan sesudah selesai menata jadwal pelajaran, tiba-tiba pintu kamar ku ada yang mengetuk dan aku udah berfikir pasti itu ibuyang amu membangunkan ku pagi itu
Lalu aku keluar kamar, berhubung jam udah menunjukan pukul 06.30 WIB aku tidak sarapan dan hanya minum 1 gelas susu.
Habis cium tangan ibu bapak aku buru-buru keluar rumah .... eh ternyata temanku sudah menunggu di depan rumah dengan sepeda motornya.
Maudi namanya dia adalah seorang sahabat yang selalu mengerti keadaan ku di saat senang maupun susah, anaknya putih, cantik, pinter, tapi dia kekurangan nya yaitu tinggi badan nya meskipun dia udah kelas 2 SMP tapi dia masih kyak kelas 1
          Dan karena udah di tugguin teman ku dari tadi aku memakai sepatu dengan terburu-buru, sesudahnya sampai sekolahan ... aku lupa kalau hari ini aku udah pindah sekolah, dan walaupun aku gak suka sekolah disini tapi apa boleh buat, ku hanya menuruti perintah ibu, lalu bel masuk pun berbunyi kring...kring ....kring tanda kalau pelajaran mau di mulai, lalu aku duduk dikelas dan dimulai dengan perkenalan.“ayu stevani perkenalkan diri kamu di depan” (kata buguru) “iya bu’ makasi”
Lalu aku mulai perkenalan dengan maju di depan kelas  “ hai teman-teman perkenalkan namaku STEVANI HESTI SAFITRI, saya pindahan dari SMP CENDRAWASIH, makasi J “ lalu ibu guru mempersilahkan aku untuk duduk
Lalu waktu pelajaran pun barlalu dengan cepat dan bel istirahat pun berbunyi kring...kring...kring semua anak-anak pun keluar dari ruangan untuk istirahat dan ada salah satu teman yang menghampiri ku dan mengajak ku untuk ke kantin, tapi aku tidak mau karena masih asing bagiku untuk keluar ruang kelas danl alu maudi pun berlalu dengan tersenyum, dan aku ngobrol-ngobrol sama fia di kelas.
Sesudah lama ngobrol-ngobrol lalu bel masuk pun berbunyi, dan bapak gurupun masuk kedalam kelas dan menyampaikan berbagi materi, sesudah lama mengikuti pelajaran selama 2 jam bel istirahat keduapun berbunyi kring...kring...kring semua anak-anak pun keluar dari ruangan lalu menuju ke aula dan mengambil wudhu  lalu aku bingung dan berfikir ada apa di aula sampai-sampai ank-anak kumpul ke sana semua, dan maudi pun ngasih tau kalau sekarang saatnya semua anak-anak mengikuti sholat berjamaah bersama karna aku gak tau kalau ada sholat berjamaah akhirnya aku gak ikut sholat untung maudi pun lagi berhalangan jadi kami berdua di kelas, dan teman ku yang satu lagi fia namanya dia anaknya si gokil dan senag bercanda malah terkadang juga senang menjaili teman nya sendiri dan saat itu fia gak berhalangan 
          Lalu fia kelur dan diruang kelas hanya aku dan maudi aja, lalu kami ngobrol-ngobrol dan kebetulan kelas ku sebelahan dengan kalas 9 dan kata maudi udah biasa anka-anak kelas 9 kalau belum mulai sholat, mereka sering nongkrong-nongkrong di kelas, dan ketika aku sedang asyik-asyik nya ngobrol sama maudi, tanpa sengaja mata ku tertuju ke salah satu cowok kelas 9 lalu aku bertanya sama maudi “ maudi siapa sih cowok yang ada di depan pintu kelas 9 itu “ kata maudi dicky namanya anaknya keren tinggi, putih, dan gaya rambutnya juga bagus setelah lama membahas cowok itu sama maudi tiba-tiba cowok itu datang ke kelas ku sama 1 teman nya n 7 teman lain nya di luar lagi asyik
          Lalu aku bertanya-tanya sama maudi kenapa cowok itu datang kesini belum sempat aku sama maudi kelur kelas cowok itu menyapaku dan duduk di depan ku,aku gak tau harus gimana cowok itu berkata “ eh kamu anak baru ya ? boleh kenalan gak ? “ aku gak tau harus gimana lalu aku menjawab “ iya emang napa ada masalah ? “ dan cowok itu menjawab “ galak banget aku cuma mau kenalan sama kamu aja, gak boleh ya ? L “ aku tersenyum dan menjawab “ santai aja kali J nama ku STEVANI HESTI SAFITRI, kamu siapa ? “ dia pun tersenyum “ heheheh J aku dicky saputra “ dam setelah beberapa lama aku ngobrol-ngobrol sama dia, dia pun meminta nomor hp.
Lalu aku diam lama banget dan tertunduk mainan hp, sampai-sampai si cowok itu rela nungguin aku Cuma pengen minta nomor hp ku doang .... huft dasar cowok memang kayak gitu awalnya setia tapi akhir-akhirnya juga menyakiti, itu si kata orang-orang. lama banget cowok itu nungguin aku akhirnya pergi juga dan ber kata  “ eh stev aku mau sholat dulu ya ... kapan-kapan aku kesini lagi “ ( berlalu sambil tersenyum )
Lalu hingga beberapa menit sholat berjama’ah pun berakhir, dan pelajaran pun dimulai, setelah beberapa menit pelajaran tiba-tiba ada cowok yang memanggil aku, sebut saja cowok itu ARGHA SETIAWAN dia cowoknya si lucu tapi juga-juga juga sering jail juga gitu deh, yah diakan duduk bersebelahan dengan tempat duduk ku dengan maudi lalu dia bilang “ eh stevani aku minta nomor hp kamu dong, itung-itung biar kita tambah akrap gitu “ lalu aku menjawab “ ya ni ,,, 08@@@@@@” lalu dia tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Hingga beberapa jam pelajaran pun berlalu, bel pulang pun berbunyi kring,,,kring,,,kring lalu semua anak-anak pun keluar dan pulang, hingga aku sampai dirumah langsung merebah kan tubuh ku ke tempat tidur hingga gak sadar aku pun tertidur pulas banget hingga jam 03.00 WIB habis bangun lalu aku pergi ke kamar mandi habis mandi aku pandang langit ternyata mendung dan mau hujan lalu aku membuat teh hangat dan duduk di depan rumah sambil baca-baca novel, tiba-tiba hp ku pun berdering greeet,,,,greeeet,,,greeet ku buka hp kulalu ku baca sms “ sms dari siapa ini “ karna nomor nya baru dan aku gak tau itu nomor siapa lalu aku berfikir ah mungkin si argha, kan tadi Cuma dia yang yang aku kasih nomor ku dan aku balas, eh ternyata bukan argha tetapi malah dicky huft... dia dapat dari mana nomor hp kuperasaan tadi aku gak ngasih deh, lalu lama kelamaan aku smsan dan ternyata aku baru tau kalau argha tu tmennya dicky pantesan si dicky punya nomor ku ternyata argha minta nomor ku tu Cuma disuruh sama dicky, dan beberapa jam pun berlalu dan malam pun berganti menjadi pagi yang indah hari ini aku berangkat sekolah pagi banget hingga sampai sekolahan masih sepi, lalu aku masuk kelas sama maudi dan ketika masuk aku dikejut kan dengan tulisandi depan kelas yang tertulis
I LOVE YOU STEVANI seketika itu juga aku hapus tulisan itu karna aku takut kalau ada orang lain yang melihat nya aku pun bertanya sama maudi siapa si yang nulis kurang kerjaan banget lalu maudi menjawab mungkin kelas 9 yang kemaren les di kelas ini, oh gitu ya yang nulis kurang kerjaanbanget ( kata ku )  hinga 1 bulan pun berlalu dengan aktifitas yang aku sukai dengan di temani oleh dicky.
     Dan hari ini tepat hari sabtu dicky ngajakin aku jalan malam minggu nanti dan aku pun menjawab “ iya aku mau “ dicky pun tersenyum dan aku diantarkan dicky pulang ke rumah. Lalu sore itu aku mintaizin sama ibu mau jalan sama teman dan alhamdullilah ibu pun mengizinkan aku jalan sama teman ku.
Jam 05.00 WIB pun dicky datang ke rumah dan minta izin mau ngajak aku jalan, dan ibu berkata “ ya aku izinin tapi jagu anak ku dengan baik “ dicky pun menjawab “ iya tante aku akan jaga anak tante “ ( cium tangan ibu sambil tersenyum )
Dan aku pun jalan sama dicky ke kendal malam itu aku dan dicky di tempat yang enak banget suasananya, yah sebut aja taman kota
Aku pun ngomong panjang lebar sama dicky hingga dicky pun berkata “stev aku beliin makanan dulu ya sebentar J “ dan aku menjawab “ iya jangan lama-lama ya “
Dia pun pergi dan 5 menit kemudian dia datang dengan membawa 2 gelas minuman dan 2 piring nasgor, aku makan sambil bercanda bareng sama dicky hingga gak sadar kalau makanan nya udah habis “ hahahaha ... J dicky lahat dong makanan mu udah habis, makan trus “ dicky pun menjawab “ hehe J habis enak makan di samping cewek secantik kamu “ aku tersenyum sambil berkata “ dasar cowok pinter ngegombal J “  hingga ssudah makn dan membayar itu dicky kembali duduk disebelah ku dan berkata “ stev aku boleh ngomong sesuatu gak ? “ aku menjawab “ ya boleh lah emang dari tadi kan kamu ngomong sama aku “ dicky tersenyum lalu tiba-tiba dia megang tangan ku dan berkata “ stev AKU CINTA KAMU MAU KAH KAMU JADI PACAR AKU “ aku kaget dicky bilang gitu ma aku karna aku anggap dicky itu Cuma sebagai taman, tapi dari dulu juga aku sebenarnya ada rasa sama dicky aku bingung mua jawab apa, disisi aku suka dia disisi lain dia sahabat terbaik yang kumiliki hingga berfikir lama aku pun menjawab “ YA AKU MAU JADI PACAR KAMU asalkan mau menerima kekurangan dan kelebihan ku “ dicky pun tersenyum dan kelihatannya bahagia banget sampai-sampai dia naik kursi dan ngomong STEVANI AKU CINTA KAMU keras banget sampai semua orang menghadap ke aku, huft rasanya malu, senang, dan campur-campur pokoknya
Yah itu pengalaman yang paling memalukan tapi juga senang si J 
     Dan ku lewati hari-hari ku dengan dicky selalu bersama kadang sedih, marah, cemburu, susah, senang. Tapi aku nyaman bnget sama dia J dan selalu ada buat aku.




cd
PESAN KU BUAT PARA PEMBACA
KADANG CINTA DATANG TAK SEPERTI YANG KITA INGIN KAN
TAPI  CINTA LEBIH TAU MANA YANG TERBAIK UNTUK KITA
DAN JANGAN MEMBOHONGI PERASAAN KITA SENDIRI KARNA KALAU KITA BOHONG SAMA DIRI KITA SENDIRI ITU AKAN MENYAKITI HATI KITA SENDIRI DAN HADAPI MASALAH  DENGAN TERSENYUM .... J



















                                                                             
Read More

" Pernyataan Cinta"

| |
0 komentar


PERNYATAAN CINTA

Malam ini kulihat bintang menyepi. Pada kertas sajak hanya ada ombak dibawa angin. Burung-burung telah mengepak sayap masih adakah harapan dilaut senyap ?
Aku kembali membaca sajak pada kertas berwarna merah. Sajak tulisan tangan itu sangat menyentuh hatiku dan menggetarkan sebagian dinding kalbuku,sajak yang melambungkan angan-anganku entah kemana. Aku tersenyum seorang diri dalam kelas. Sajak itu adalah sajak ketujuh yang aku dapatkan dalam Dua Minggu terakhir ini. Dua sajak aku peroleh dibawah kolong meja,satu sajak aku temukan dibalik buku biologiku,satu sajak aku dapatkan dari ibu kantin yang dititipkan surat itu untukku dan sisanya aku dapatkan dikolong meja. Semua sajak cinta yang aku dapatkan selalu tanpa ada nama pengirimnya tapi aku selalu yakin sajak itu ditujukan padaku,karena namaku selalu disebut salam kata-kata indah itu. Aku memandangi kertas sajak yang ditulis dengan tinta hitam itu. Hatiku bertanya-tanya siapa yang menulis sajak-sajak itu ? Untuk apa ditujukkan kepadaku ? Apakah untuk menyatakan cinta ? Lantas kenapa pengirimnya tak disebutkan namanya ?

Aku menjadi penasaran ingin mengetahui siapa orang yang telah menuliskan lembaran sajak untukku. Sejujurnya aku sangat menyukai dengan gaya bahasa yang digunakan dalam semua sajak yang pernah aku terima,begitu romantisnya dan indah kedengarannya. Aku mencoba mengingat-ingat beberapa cewek yang selama ini mendekati diriku,lalu aku menghubungkannya dengan semua sajak-sajak cinta yang aku terima ini. Ayun cewek yang pernah juara modeling se-Provinsi JATENG itu tak mungkin sanggup menulis kata-kata indah itu. Maria cewek yang suka blak-blakan dalam mengungkapkan perasaannya. Muna siswa yang jago main basket itupun tak mungkin. Jangankan untuk menulis puisi pelajaran Bahasa Indonesia saja Muna selalu mendapatkan nilai jelek. Ulva cewek tajir telah aku hafalkan bentuk tulisannya yang bagus itu. Hana,I`in,Indah . . . Ah tak mungkin mereka,lantas siapakah ?
Aku mendesak,menarik nafas panjang otakku benar-benar mentok untuk mencari titik terang atas misteri sajak-sajak cinta itu. “Hey! Siang-siang melamun!” Sentak Aufal teman sebangkuku. Aku melipat kertas sajak itu lalu aku simpan didalam tas sekolah

~ I LOVE YOU ALDI~
Aku tersentak melihat tulisan di whiteboard. Tulisan itu benar-benar tertujukan kepadaku. Tulisan dari spidol itu sama dengan tulisan tangan pada sebuah sajak yang pernah aku terima.
“Nekad. . .!” Ucapku dalam hati,untung saja tadi kelasku masih sepi dan aku segera menghapus tulisan itu. Aku tak mau teman-temanku pada tahu tentang tulisan ini. Betapa malunya aku kalo teman-teman pada tahu tentang tulisan ini mereka pasti menertawakanku. Aku belum sempat selesai menghapus seluruh tulisan itu. Aufal muncul dari balik pintu.
“Tumben rajin banget Al,perasaan hari ini kamu enggak piket!” Ledek Aufal padaku. “Bersih-bersih itu jangan cuma piket doang..” Aku smbil menyelesaikan menghapus tulisan ini. “Duh segitunya rajin banget..”. Iya dong!” Sahutku sambil nyelonong ketempat duduk.

Ketika senja disekolah aku dan teman-teman sedang latihan upacara bendera buat senin depan kelasku yang menjadi petugasnya. Aku kebagian tugas sebagai anggota paduan suara. “Al,latihannya yang bener dong!” Teriak Riantoro ketua kelasku. “Jangan sampe kita dimarahi Pak Kepala Sekolah bila nanti upacaranya berantakan tidak berjalan dengan lancar!” Sahut Majid memngingatkanku. “Siap! Pak komandan!” Balasku setengah becanda kepada Riantoro dan Majid. Latihan kali ini memang tak berjalan sempurna. Beberapa kali aku melakukan kesalahan dalam menyanyi lagu Indonesia raya dan mengheningkan cipta. Konsentrasiku emang sedang kacau dan pikiranku tercurah untuk memikirkan peristiwa misteri sajak-sajak cinta yang aku terima selama ini. Apalagi usaha-usahaku untuk menyelidiki jejak si pengirim sajak cinta itu yang mengalami jalan buntu. “Kamu kenapa, Al ?”Tanya Aufal setelah pulang latihan upacara, “Kelihatannya kamu lagi ada masalah iya?”. “Iya aku lagi punya masalah besar”. “Masalah apa?”. Aku pun segera menyeritakan permasalahan ini yang sedang aku hadapi,masalahnya sajak dan pesan yang sering aku terima dari seseorang yang misterius. “Cuekin ajalah, Al!”. “Enggak mungkin Fal!” Sajak-sajak itu sebagian telah mempengaruhiku dan aku harus mengetahuinya . .”. “Sampai kapan?” Aufal memotong pembicaraanku. “Mending kamu pikir buat ngegaet si Hanifah yang jadi incaranmu sejak pertama masuk sekolah itu . .” Aku berhenti berjalan sekilas aku menatap muka Aufal. “Itu sama saja susahnya dengan mengungkap misteri yang sedang kuhadapi ,” Jawabku dengan kata yang lemah.
“Jangan putus asa dong!” Ucap Aufal kepadaku sambil memegang pundakku. “Aku siap membantumu!” Ucap tambahan dari Aufal. “Hm, kamukan tahu sendiri bagaimana cewek-cewek disekolah kita ini,” Ucapku sambil mengupas sebuah permen. “Mentang-mentang paling cantik sombongnya minta ampun!”. “Duh,sewotnya cowok cakep ini . . Perjuanganmu saja belum maksimal. Aku tahu kok bagaimana watak si Hanifah itu sebenarnya ,” Ucap Aufal sambil melirik matanya terhadapku. “Terus aku harus bagaimana ? Teriak-teriak nyatakan cinta pada Hanifah. Enggak mungkinlah yaww . . !”. “Udah ah, aku pusing mikirnya dan aku mau pulang!” Selaku lalu aku naik sebuah angkot yang berhenti didepanku. “Al . . . Tunggu!” Teriak Aufal. Namun angkot yang aku tumpangi itu melaju meninggalkan Aufal yang teriak-teriak seorang diri.

Jam telah menunjukkan pukul 07.00 wib. Matahari begitu teriknya dan para siswa berkumpul dilapangan untuk mengikuti upacara bendera. “Laporan komandan upacara kepada pembina upacara,bahwa upacara telah selesai!” Suara Aufal terdengar begitu keras lewat microphone. Hanifah maju tiga langkah lalu memberi hormat kepada kepala sekolah selaku pembina upacara. “Lapor!” Suara Hanifah yang begitu nyaring terdengar ditelinga para peserta upacara. “Bahwa saya yang telah mengirimkan sajak-sajak cinta itu kepada Aldi siswa kelas X-C. Sajak-sajak itu adalah sebagai pernyataan cinta saya kepadanya.Laporan selesai!”Lanjut Hanifah begitu mantap. Tepuk tangan,suara suitan panjang dan teriakan menggema dilapangan upacara dan Pak Kepala Sekolah bingung diatas podium tempat dimana iya berdiri. Dewan guru pada tersenyum-senyum menyaksikan adegan dramatis itu. Hanifah lalu menatapkan pandangannya kepadaku. Lalu mukaku langsung bersemu merah merona. “Diterima enggak tuh pernyataan cinta Hanifah Al?” Sahut Aufal dengan kerasnya. Lalu aku menjawabnya dengan penuh semangat. “Iya kamu aku terima sebagai pacarku!” Dan kemudian akhirnya aku dan Hanifah menjalin hubungan itu.


Read More

Rabu, 25 September 2013

"Cewek Tomboy Memendam Cinta"

| |
0 komentar




Cewek Tomboy Memendam Cinta

Pagi itu waktu aku dan sahabat-sahabatku di kelas kita sedang duduk dan berincang-bincang bersama.
“Cinta? Apa itu? Semacam kue talam kah?” tanyaku sinis pada kedua sahabatku.
 PLAKK!! Sebuah tangan jatuh dibahuku.
 “Kau ini ! selalu saja, jika di tanya soal cinta kau selalu jawab tak jelas seperti itu!” seru mereka tak terima.
“Kau tahu, aku paling benci bila dikait-kaitkan dengan hal yang berlambang hati itu.” Jelasku. Aku memang kesal padanya. Bagaimana tidak ? Setiap aku dan mereka bertemu, selalu saja itu yang dibahas. Apalagi kalau bukan tentang C-I-N-T-A. “Kau tahu kan ? Aku belum kepikiran soal cinta. Cukup saja kusimpan cerita itu dari pada aku harus tersakiti.” Kataku sekali lagi. Kini ayu dan dara terdiam. Agaknya dia memahami kata-kataku.
“Benar juga.” Gumamnya.
 “Oke, Thanks for your help !” dia meninggalkan aku terlantar didepan kelas.
 Aku menghela napas, mengapa selalu ada kata cinta itu sih? Jatuh cinta itu memang hal lumrah. Tapi harus mengerti situasi dan kondisinya terlebih dahulu dong! Cinta kan, bukan satu-satunya hal yang bisa menenangkan pikiran kita jika sedang bersedih. Menurutku, lebih baik aku mengikuti sepak bola full time dari pada harus merasakan jatuh cinta. Mungkin pemikiranku ini bodoh, karena sebelumnya aku belum pernah jatuh cinta!
Lamunanku dibuyarkan dan diganti oleh sosok laki-laki didepan mata. “Gilang pamungkas ?” tanyaku. Cowok yang baru aku kenal dari kelas 7F kini di kelas 9F.
“Luna sebaiknya nanti kita harus latihan bulutangkis untuk “Bupati Cup.” Aku Cuma mengangguk.
“Tolong kamu siapkan shutelkook dan kasih tau anak” untuk latihan .” katanya sambil menepuk bahuku dan berlalu.
Beberapa jam kemudian..
Aku lupa! Aku harus menyiapkan latihan untuk “Bupati Cup.” Mungkin karena ayu dan dara si cewek cantik dan populer yang tak lain sahabatku sendiri. Gara-gara soal cinta tadi aku sempet tak fokus jadinya. Huh!.
Sepulang sekolah Aku segera bersiap untuk memulai latihan bulutangkis, Aku mengayuh sepeda menuju ke tempat latihan.
Beberapa waktu kemudian...
 setelah selesai latihan bulutangkis aku berkumpul bersama tiga cowok beken.
 “Luna, sejak kapan kamu tomboy seperti ini?” tanya noval
“Mungkin sejak aku kecil, karena ku mencintai dunia Olahraga.” Jawabku.
Seketika itu Gilang seperti tersedak makanan. “Luna Tomboi? Emang iya?”.
 “Haduh kau ini! tak perlu kau tanya, pasti kau tahu sendiri. Walaupun dia berjilbab namun penampilannya tomboi. Apa kau tak menyadarinya? Dunia olahraga apa aja dia bisa melakukannya seprti, sepak bola, Bola basket dll.” jawab Nasrul yang sudah mengenalku sejak lama.
“Mungkin karena kau baru mengenalku jadi kau belum tahu.” Kataku.
Sekarang aku bingung mengapa aku bebincang-bincang tentang aku bersama tiga cowok beken ini? Setelah itu, aku pulang dan meninggalkan tiga cowok beken itu.
Sampai rumah pukul 16.30 WIB. Aku menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Letih rasanya, tapi masih untung letih karena tugas atau latihan ini dari pada galau karena cinta. Cinta lagi, *nah lho (?)
Tiba-tiba handphone ku bergetar ada sms masuk dengan nomer ang tidak aku kenal. Begini isinya :
“Selamat malam cewek tomboi:D ”.
Aku langsung membalasnya...
Aku : maaf ini siapa ya?
(?) : Gilang Pamungkas
Ternyata ini anak. Lumayan punya teman sms an.
Gilang : Gimana tadi latihan bulutangkis nya?
Luna : Udah deh, lagi males mikirin itu. Capek plus seteres! -__-“
Gilang : Kasihan deh, cewek tomboi nya lagi capek :p
Lunai : Peduli amat kamu sama aku?
Gilang : Kan aku care sama kamu :D
Luna : Ah, kamu bisa aja. *Meluk guling*
Gilang : Yehh, guling kok dipeluk, mendingan kan aku yang dipeluk :D
Luna : Ahh, kamu bikin aku klepek-klepek?
Gilang : Kamu jangan klepek-klepek kayak ikan kurang air, ntar cantiknya ilang loh :D
Luna : Kamu bikin aku jadi makin nge-fly?
Gilang : Jangan terbang dong ntar kan aku bisa merana karena kehilangan kamu :D
Idihh ini anak. Buat aku kehipnotis akan kata-katanya. Sebenarnya aku paling benci digombali apalagi sama cowok. Tapi entah kenapa, aku menikmatinya dan makin diam terpaku. Biasanya, kalau ada yang begitu, aku nggak segan-segan memarahinya. Tapi mengapa ini tidak?
Mulai hari itu juga, aku makin penasaran denganGilang. Aku merasa aneh dengan sikapku sendiri. Sejak itu pula, aku nggak bisa tidur. Fikiranku selalu terbayang tentangGilang Pamungkas. Ada apa dengan dia? Ada apa juga dengan diriku? Rasanya aku ingin bertanya tentang masalah ini. Dan aku sudah menemukan siapa orangnya.
“Hai !” Sapaku pada kedua sahabatku.
“Hai, tumben amat. Ada apa? Tanya ayu
“umm, aku mau tanya. Jatuh cinta itu seperti apa sih?
“HWAA ! APA? Luna jatuh cinta?” Mereka berdua mengejek ku
“Aku cuman tanya!” Seruku
“Coba aja sendiri. Rasanya itu tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata!” jawab mereka sambil pergi. Aku jadi makin penasaran. What The Meaning of Affection?
Malam harinya aku meng-sms Gilang dan bertanya akan kejadian aneh yang ku alami belakangan ini.
Luna : Jatuh cinta itu seperti apa sih?
Gilang : Ecieee, ada yang lagi kasmaran nih :D coba aja kamu rasakan sendiri
Luna : Seperti tidak bisa tidur dan kepikiran dia terus?
Gilang : Nah, itu salah satunya (y)
Luna : Aku nggak lagi kasmaran kok. Cuma nanya doang?
Gilang : Emang belum pernah?
Luna : Belum. Maka nya aku tadi tanya kamu. Kamu pernah ngerasain cinta? Udah pernah pacaran juga?
Gilang : Wahh, ya sudahlah :p Kamu juga pernah pacaran?
Luna : Ngerasain jatuh cinta aja nggak pernah. Apalagi pacaran -__- Makanya tadi aku tanya sama kamu
Gilang : Aku bisa jadi pacar pertamamu kalau aku mau :p
Luna : Apaan sih kamu ini. Malu tau.
Gilang : Jangan dianggap serius loh.
Luna : Udah dulu ya aku mau tidur dulu. Makasih udah temenin aku sms-an. See you next Time. Wassalamu’alaikum.
Gilang : Iya, Wa’alaikumsalam.
Kejadian malam itu makin buatku aneh. What Happend with me? Apakah aku jatuh cinta?. Nmaun aku masih bingung  membedakan antara cinta dan emosi sesaat.
“Ya Allah, aku tahu kini. Perasaan aneh itu ternyata rasa cinta. Rasa cinta yang digetarkan oleh lawan jenis. Ya Allah, jangan jadikan cintaku ini padanya melebihi cintaku padamu Ya Allah. Aku yakin, kau limpahkan banyak cinta kepada hambamu. Dan cinta yang kau anugerahkan padaku akan dibagi untuknya. Ya Allah, kini aku tahu. Aku cinta Gilang Pamungkas. Tapi sekarang mungkin cinta yang hanya cinta sebatas teman.”
Keesokan harinya ..
Aku menceritakan soal “CINTA” itu ke dua sahabatku. Kini mereka mengerti.
“Kenapa nggak kamu tembak aja dia?”
“Tembak katanya. Suka aja itu udah cukup kok buatku.” Jawabku
“Kamu ini, aneh dari cewek yang lain tau!”
“Aneh? Aneh kenapa?”
“Biasanya kalau cewek suka sama cowok dia pasti ngejar-ngejar cowok itu sampai jatuh sekalipun. Cewek biasanya ngasih perhatian ‘lebih’ ke cowok sampai cowok itu ngerespon. Tapi kenapa kamu ini nggak kayak gitu?”
“Memangnya harus begitu ya?” tanyaku aneh.
PLAKK! Sebuah tangan jatuh di bahuku. “Sekarang aku tanya, kamu suka Gilang karena apa?”
“Enggak tau. Jawabku. Mereka berdua malah tertawa garing. Lebih tepatnya tertawa mengejek.
“Sekarang kamu aja nggak tau penyebab suka dia.”
“Ingat ya! kalau kamu suka sama seseorang karena dia mahir melakukan sesuatu, itu bukan cinta, tapi KAGUM. Kalau kamu suka seseorang karena dia tampan atau cantik, itu bukan cinta, tapi NAFSU. Kalau kamu suka seseorang karena dia tajir, itu bukan cinta, tapi MATRE. Kalau kamu suka sama seseorang karena dia orangnya baik sama kamu, itu bukan cinta, tapi RASA TERIMA KASIH. Tapi, kalau kamu suka seseorang padahal kamu nggak tau kenapa kamu bisa suka sama orang itu. Itu baru CINTA YANG SESUNGGUHNYA.” Jelasku panjang lebar plus tinggi ditambah volume dikali dua *nah lho (?)
“Udahlah… hahaha… “ Ucap mereka berdua sambil berlalu. Dasar ini anak!Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu aku akan merana. Namun ketika kuartikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu, maka itulah penderitaan yang sesungguhnya.(fikirku)Soal cinta itu? Aku sebenarnya masih bingung antara cinta dan emosi sesaat. Apalagi ini adalah pertama kalinya aku jatuh cinta. Bisa di bilang aku masih junior dan aku juga enggan untuk lebih memahaminya. Karena aku yakin itu tak ada gunanya (menurutku). Aku lebih memilih memendam rasa cinta itu dan menjadi sahabat karib Gilang. Karena pacaran itu bukan “gaya” ku dan aku takut nantinya akan tersakiti. Sebenarnya aku tipe cewek yang lebih memilih masa depan dari pada cinta. Lebih baik aku memendam rasa cinta dan bodoh soal cinta dari pada nantinya akan tersakiti dan bodoh soal pengetahuan.

Read More

Template Hits

About this blog