Senin, 14 Oktober 2013

Sinar Bintang Tersenyum Murung

| |
"Sinar Bintang Tersenyum Murung"

Tetes kelabu malam menghantuiku hari ini, aku terpikuk memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk hidup esok pagi. Semenjak kematiannya , hidupku menjadi selalu gelisah seraya sambil menatap langit. Ku pandangi satu persatu bintang yang merona terang. Aku termenung sambil mengandaikan pujaanku ada disalah satu bintang yang selalu memancar terang.
Aku hidup kini bagai air yang tak bermanfaat. Sulit ku terima semua keputusan itu, yang kini hilang tersapu angin senja. Masih sulit pula untuku lupakanmu. Suram dan seram jika ku ingat kisah itu kembali. Mungkin harus kubiarkan semua kenangan itu agar abadi oleh sang waktu.
Pagi ini sangat tak cerah dihatiku! Langit tertutup penuh oleh mendung, walau tak terlihat tanda tanda akan hujan. Aku tidak menyukai suasana seperti ini. “ Mungkin hari ini bukanlah hari yang menyenangkan untukku” , kataku dalam hati. Hari ini, hari penyesalanku semenjak kepergiannya, bukan merasa senang justru aku merasa kecewa dan menyesal. Padahal dulu dia aku anggap sebagai manusia yang paling menyenangkan dalam sejarah hidupku.
Oh ya perkenalkan nama aku Giza Yasinta yang sering disapa Giza, kini aku duduk dibangku kelas X tepatnya dikelas X-C. Kini liburan semesteranku kelas satu telah usai, dan kini aku sedang menantikan pengumuman apakah aku masuk jurusan IPA ataukah IPS namun aku mengharapkan bisa masuk jurusan IPA karena aku bercita cita sebagai Dokter. Tiba tiba ada seseorang memanggil ku dari belakang ternyata dia sahabat karibku.

“  Za Giza kamu mau kemana nih kok kanyaknya lagi bingung banget “ kata sahabat karibku.
“  Iya nih, habis aku pengen banget masuk IPA ” kataku dengan sahabatku.
“  Bukannya sama aja ! “  kata Fitri.Rizqiyah.
“  Ah beda, aku kan pengen jadi dokter “ kataku dengannya.
Seusai perdebatanku dengan karibku akhirnya pengumumanpun ditempelkan ke madding, hatiku pun berdegup kencang, cemas dan bingung. Sampai tiba tiba aku nggak sengaja nabrak sosok laki laki yang pernah aku temui saat aku bermain dengan temanku,namun aku tak menghiraukan itu semua aku masih penasaran sama pengumuman yang ditempel ke madding.
Aku pun sangat gembira karena harapan yang aku dambakan akhirnya terwujud juga, walaupun sebenarnya cita cita jadi dokter bagaikan aku mengambil bintang yang sangat indah diangkasa tetapi aku tak patah semangat aku terus berdoa dan berjuang.
Sesampainya diruangan ternyata aku satu kelas dengan laki laki tersebut, yang nggak sengaja aku tabrak tadi dan tentunya juga sekelas dengan sahabat karibku. Tentu juga aku sebangku dengan sahabat karibku karna aku hanya bisa mencurahkan semua masalah beban pikiran ku ke sahabat karibku yang sering disapa Fitri, sifatnya yang baik, slalu ada untuku walaupun susah dan kebahagiaan menghampiriku.
Keesokan harinya aku berbincang bincang dengan sahabat karibku tentang masalah dirumah yang selalu dilarang untuk pacaran. Karena orang tua ku takut kalau aku berpacaran akan melampaui batas padahal kan itu untuk semangat sekolahku.

“  Muka mu napa tuh murung banget ? “ tanya sahabatku.
“  Lagi mikir aja apa bener sih kalo pacaran bakal melampui batas” kataku dengannya
“  Iya memang bener, dan itu semua tergantung sejoli memaknainya, emang kenapa sih?.”
“  Aku boleh nggak sih menyukai sosok laki laki yang baru aku kenal dikelas ini?.”
“  Kok kamu ngomongnya ngelantur sih, aku tanya apa tadi, kan aku tanya kenapa kamu nanya pacaran bisa nglampauin batas nggak ? Ya tentu boleh lah Za kenapa enggak, memang kamu naksir siapa sih ? “
“ Yee memang apa salah aku nanya kayak gitu, ada deh mau tauu aja.”
“ Iya deeh kalau kamu nggak mau kasih tau, aku mau marah nih (sambil bercanda ).” ucapnya denganku
“ Tapi kamu janji yaa nggak bilang ke siapa siapa!.“
Kring kring bel pun berbunyi semua siswa diwajibkan memasuki ruangan karena jam istirahat pun telah selesai. Sahabatku pun masih penasaran dan tetap ingin tau perbincanganku tadi,seusai perbincanganku dengan Fitri aku tidak memperhatikan perkataan guru yang sedang serius menerangkan materi yang membingungkan karena  aku masih bingung tentang perasaanku ke Ikmal yang nama lengkapnya Ikmal Rozaqi namun sekelas aku sering sapa dia Ikmal.
Jam sekolah pun kini telah selesai aku dan sahabatku pulang bersama.

“ Eh Za tadi kamu belum selesai lhoh  ngasih taunya.” Ucapnya denganku
“ Iya aku inget kok, tapi kamu bener bener janji ya nggak bilang orangnya kalau udah aku kasih tau. “ kata ku dengan Fitri.
“ Oke janji cantik.”
“ Iya, aku naksir sama temen kita sekelas yang duduknya dibelakang kita.”
“ Haa ! Ikmal.”
“ Iya, emang kenapa sih?.”
“ Ah jangan deh aku denger denger dia tu playboy banget.”
“ Ah kata siapa?.”
“ Temen temen lah.”“ Enggak kok, kamu belum tau siapa dia sebenarnya. Aku nya kan udah sering bbman sama dia.”
“ Itu kan menurut kamu Zaaa.”
Percakapanku pun dengan sahabatku. Akhirnya terpotong karena aku sudah sampai rumah terlebih dahulu, hatiku pun menjadi gelisah, aku mau nglanjutin perasaanku apa berhenti dengan perkataan sahabatku tadi.
Dimalam yang sesunyi ini aku melihat bintang bintang dilangit yang ceria slalu memancarkan sinarnya dengan indah tak seindah hatiku yang sekarang ini, bbmku pun berbunyi dan aku membuyarkan lamunanku ke bintang dilangit, dan aku membaca bbm itu, yang tertulis : Za maukah kamu menjadi kekasihku ?. Aku pun sangat kaget orang yang kunanti nantikan selama ini secepat itu mengambil keputusan untuk mengungkapkannya, aku pun akhirnya balik bbm dia : aku butuh waktu dua tahun sehabis ujian dan jika kamu benar benar mencintai aku, kamu bakal ngungkapin didepan teman teman sekelas kita nanti. Dan Ikmal pun menjawab : iya aku tunggu, dan jangan beri aku kekecewaan ya.
Aku pun sejenak melamun kembali karena aku nggak menyangka kenapa jadi begini padahal siang tadi, karibku tidak merestui aku bisa jadi pacar dia.
Kini pagi pun menyambutku dengan kegembiraan, namun kegembiraan itu tak seperti dihatiku. Kusam muram wajahku saat ini.
“ Kenapa lagi tuh?.” Kata Fitri.
“ Nggakpapa kok.” Kataku.
“ Jutek banget.”
“ Iya nggakpapa kok”
“ Kenapa sih kamu Za.”
“ Nggakpapa kok Fitri.”
“ Pasti ada apa-apa kok.”
“ Iya deh aku cerita masalahku, tapi kamu janji nggak marah ya.”
“ Pasti masalah Ikmal.”
“ Iya memang, tapi tolong jangan marah dulu aku mau cerita.”
“ Iya aku dengerin kok.”
“ Gini Fit, dia malam malam tiba tiba menyatakan perasaannya ke aku dan aku spontan langsung menjawab : kasih waktu dua tahun sampek lulusan sekolah untuk memberi tahu perasaanku ini.”
“ Terus dia jawab apa?.”
“ Iya mau , tapi dia juga bilang jangan beri aku kekecewaan gitu, terus gimana nih?.”
“ Jangan ! kamu jangan jadi pacarnya dia.”
“ Tapi aku terlanjur sayang Fit.”
“ Ya udah terserah.”
Setelah perbincanganku tadi aku saling diam-diaman dengan Fitri, karena aku merasa kesal. Kenapa sahabatku sendiri tak merestui semua ini apalagi dengan orang tua ku, yang orang tua ku merestui seusai aku lulus SMA.
Setelah seiring waktu berjalan cukup lama kini sudah 2 tahun berlalu dan saatnya melaksanakan ujian nasional. Aku sudah membuat rencana setelah selesai ujian kelas XII nanti untuk memberi jawaban perasaanku ke Ikmal karena orang tuaku sudah merestui kalo aku berpacaran tetapi orang tua ku tetap slalu memberi nasihat ke aku.
Kini ujian nasional telah selesai, tiba saatnya PENSI disekolahan dilaksanakan untuk perpisahan kelas XII. Ini momen yang aku tunggu untuk mengungkapkannya namun Ikmal pun sejak pagi sampai siang menyengat tubuhku dia pun tidak menampakan mukanya dihadapanku. Aku merasa gelisah dengan tidak ada kehadiran dirinya yang biasanya membuat kelucuan denganku namun kini tidak ada sosok dirinya, hatiku merasa sangat sedih dan akhirnya momen ini terbuang sia sia karena acara yang di selenggarakan telah selesai.
Tiba tiba keesokan harinya aku merasakan hal yang menyakitkan karena hari yang aku tunggu tunggu hancur tanpa kehadirannya, tapi itu semua diluar dugaan, aku mendapat berita duka dari temanku. Ternyata itu Ikmal  laki-laki yang aku sayangi selama ini dan aku baru pendam dihatiku. Perasaanku menjadi campur aduk, kenapa bisa terjadi aku nggak percaya. Aku pun buru buru kerumah Ikmal  untuk membuktikannya ternyata itu semua memang benar. Akupun nggak menyangka kepergiaannya meninggalkanku selamanya disebabkan penyakit komplikasinya, aku tak pernah tau kalau dia mempunyai penyakit separah itu. Dia tidak pernah memperlihatkan kesakitan nya itu denganku, kini pun aku baru menyadari kenapa dia sering ijin waktu sekolah. Mungkin akulah yang harusnya disalahkan atas semua ini. Kenapa aku tidak bilang “iya” ke dia dari dulu untuk membahagiakan dia di masa hidupnya yang sangat singkat ini, kini penyesalanku datang diakhir.
Kepergian Ikmal pun kini membuat hidup ku tak berguna lagi, kalau seandainya bumi ini bisa memutar berita kesedihan itu. Aku ingin ngucapin ke dia ” jangan tinggalin aku Mal, aku sebenernya sayang banget sama kamuL”. Keseharianku slalu mengingatnya dan slalu menyanyikan lagu untuknya yang judulnya  “Saat Terakhir”


L Saat Terakhir L
Tak pernah terfikir olehku tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Begitu sulit ku bayangkan
Begitu sakit kurasakan kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh ku tak sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan slamat jalan kasih
Satu jam saja ku telah bisa cintai kamu kamu kamu dihatiku
Namun bagiku melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja ku telah bisa sayangi kamu dihatiku
Namun bagiku melupankanmu butuh waktuku seumur hidupku dihatiku...

Setiap melantunkan nyanyian itu mataku tak bisa membendung air mata yang sangat banyak, akupun langsung mengeluarkan itu semua agar hatiku tak begitu perih merasakan kisah ini. Seraya merasakan luka yang begitu dalam ternyata sinar bintang malam selalu memandangi ku dengan senyuman murungnya mungkin bintang dilangit selama ini memperhatikan kisah cintaku yang begitu mendalam menjadikan bintang yang awalnya slalu menemaniku dengan kegembiraan kini menjadi muram namun aku tetap berdoa untuk Ikmal “Selamat jalan Ikmal semoga kamu disana mendapatkan kebahagiaan walaupun aku disini sangat hancur dan sangat sulit melupakanmu”.
L THE END J
ILUSTRASI

Cerita ini saya ambil dari kisah cintaku diSMP, karena sosok laki laki yang begitu perhatian, bijaksana, baik dan pintar namun terdapat kejelekan dia dimata teman temannya yang katanya playboy namun kenyataan nya tidak seperti itu. Dia hanya sangat menyanyangi perempuan siapapun karena dia beranggapan perempuan itu butuh pengertian. Keakrabanku dengannya menjadi kisah cinta yang begitu tragis karena sebelum aku memiliki dia, kini dia telah tiada dan meninggalkan ku untuk selama lamanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Template Hits

About this blog