"Sinar Bintang Tersenyum Murung"
Tetes kelabu malam menghantuiku hari
ini, aku terpikuk memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk hidup esok pagi.
Semenjak kematiannya , hidupku menjadi selalu gelisah seraya sambil menatap
langit. Ku pandangi satu persatu bintang yang merona terang. Aku termenung
sambil mengandaikan pujaanku ada disalah satu bintang yang selalu memancar
terang.
Aku hidup kini bagai air yang tak
bermanfaat. Sulit ku terima semua keputusan itu, yang kini hilang tersapu angin
senja. Masih sulit pula untuku lupakanmu. Suram dan seram jika ku ingat kisah
itu kembali. Mungkin harus kubiarkan semua kenangan itu agar abadi oleh sang
waktu.
Pagi ini sangat tak cerah dihatiku!
Langit tertutup penuh oleh mendung, walau tak terlihat tanda tanda akan hujan.
Aku tidak menyukai suasana seperti ini. “ Mungkin hari ini bukanlah hari yang
menyenangkan untukku” , kataku dalam hati. Hari ini, hari penyesalanku semenjak
kepergiannya, bukan merasa senang justru aku merasa kecewa dan menyesal.
Padahal dulu dia aku anggap sebagai manusia yang paling menyenangkan dalam
sejarah hidupku.
Oh ya perkenalkan nama aku Giza Yasinta
yang sering disapa Giza, kini aku duduk dibangku kelas X tepatnya dikelas X-C. Kini
liburan semesteranku kelas satu telah usai, dan kini aku sedang menantikan
pengumuman apakah aku masuk jurusan IPA ataukah IPS namun aku mengharapkan bisa
masuk jurusan IPA karena aku bercita cita sebagai Dokter. Tiba tiba ada
seseorang memanggil ku dari belakang ternyata dia sahabat karibku.
“ Za Giza kamu mau kemana nih kok kanyaknya
lagi bingung banget “ kata sahabat karibku.
“ Iya nih, habis aku pengen banget masuk IPA ”
kataku dengan sahabatku.
“ Bukannya sama aja ! “ kata Fitri.Rizqiyah.
“ Ah beda, aku kan pengen jadi dokter “ kataku
dengannya.
Seusai perdebatanku dengan karibku
akhirnya pengumumanpun ditempelkan ke madding, hatiku pun berdegup kencang,
cemas dan bingung. Sampai tiba tiba aku nggak sengaja nabrak sosok laki laki
yang pernah aku temui saat aku bermain dengan temanku,namun aku tak
menghiraukan itu semua aku masih penasaran sama pengumuman yang ditempel ke
madding.
Aku pun sangat gembira karena harapan
yang aku dambakan akhirnya terwujud juga, walaupun sebenarnya cita cita jadi
dokter bagaikan aku mengambil bintang yang sangat indah diangkasa tetapi aku
tak patah semangat aku terus berdoa dan berjuang.
Sesampainya diruangan ternyata aku satu
kelas dengan laki laki tersebut, yang nggak sengaja aku tabrak tadi dan
tentunya juga sekelas dengan sahabat karibku. Tentu juga aku sebangku dengan
sahabat karibku karna aku hanya bisa mencurahkan semua masalah beban pikiran ku
ke sahabat karibku yang sering disapa Fitri, sifatnya yang baik, slalu ada
untuku walaupun susah dan kebahagiaan menghampiriku.
Keesokan harinya aku berbincang bincang
dengan sahabat karibku tentang masalah dirumah yang selalu dilarang untuk
pacaran. Karena orang tua ku takut kalau aku berpacaran akan melampaui batas
padahal kan itu untuk semangat sekolahku.
“ Muka mu napa tuh murung banget ? “ tanya
sahabatku.
“ Lagi mikir aja apa bener sih kalo pacaran
bakal melampui batas” kataku dengannya
“ Iya memang bener, dan itu semua tergantung
sejoli memaknainya, emang kenapa sih?.”
“ Aku boleh nggak sih menyukai sosok laki laki
yang baru aku kenal dikelas ini?.”
“ Kok kamu ngomongnya ngelantur sih, aku tanya
apa tadi, kan aku tanya kenapa kamu nanya pacaran bisa nglampauin batas nggak ?
Ya tentu boleh lah Za kenapa enggak, memang kamu naksir siapa sih ? “
“ Yee memang
apa salah aku nanya kayak gitu, ada deh mau tauu aja.”
“ Iya deeh
kalau kamu nggak mau kasih tau, aku mau marah nih (sambil bercanda ).” ucapnya
denganku
“ Tapi kamu
janji yaa nggak bilang ke siapa siapa!.“
Kring kring bel pun berbunyi semua siswa
diwajibkan memasuki ruangan karena jam istirahat pun telah selesai. Sahabatku
pun masih penasaran dan tetap ingin tau perbincanganku tadi,seusai
perbincanganku dengan Fitri aku tidak memperhatikan perkataan guru yang sedang
serius menerangkan materi yang membingungkan karena aku masih bingung tentang perasaanku ke Ikmal
yang nama lengkapnya Ikmal Rozaqi namun sekelas aku sering sapa dia Ikmal.
Jam sekolah pun kini telah selesai aku
dan sahabatku pulang bersama.
“ Eh Za tadi
kamu belum selesai lhoh ngasih taunya.”
Ucapnya denganku
“ Iya aku inget
kok, tapi kamu bener bener janji ya nggak bilang orangnya kalau udah aku kasih
tau. “ kata ku dengan Fitri.
“ Oke janji
cantik.”
“ Iya, aku
naksir sama temen kita sekelas yang duduknya dibelakang kita.”
“ Haa ! Ikmal.”
“ Iya, emang
kenapa sih?.”
“ Ah jangan deh
aku denger denger dia tu playboy banget.”
“ Ah kata
siapa?.”
“ Temen temen
lah.”“ Enggak kok, kamu belum tau siapa dia sebenarnya. Aku nya kan udah sering
bbman sama dia.”
“ Itu kan
menurut kamu Zaaa.”
Percakapanku pun dengan sahabatku.
Akhirnya terpotong karena aku sudah sampai rumah terlebih dahulu, hatiku pun menjadi
gelisah, aku mau nglanjutin perasaanku apa berhenti dengan perkataan sahabatku
tadi.
Dimalam yang sesunyi ini aku melihat
bintang bintang dilangit yang ceria slalu memancarkan sinarnya dengan indah tak
seindah hatiku yang sekarang ini, bbmku pun berbunyi dan aku membuyarkan
lamunanku ke bintang dilangit, dan aku membaca bbm itu, yang tertulis : Za
maukah kamu menjadi kekasihku ?. Aku pun sangat kaget orang yang kunanti
nantikan selama ini secepat itu mengambil keputusan untuk mengungkapkannya, aku
pun akhirnya balik bbm dia : aku butuh waktu dua tahun sehabis ujian dan jika
kamu benar benar mencintai aku, kamu bakal ngungkapin didepan teman teman
sekelas kita nanti. Dan Ikmal pun menjawab : iya aku tunggu, dan jangan beri
aku kekecewaan ya.
Aku pun sejenak melamun kembali karena
aku nggak menyangka kenapa jadi begini padahal siang tadi, karibku tidak
merestui aku bisa jadi pacar dia.
Kini pagi pun menyambutku dengan
kegembiraan, namun kegembiraan itu tak seperti dihatiku. Kusam muram wajahku
saat ini.
“ Kenapa lagi
tuh?.” Kata Fitri.
“ Nggakpapa
kok.” Kataku.
“ Jutek
banget.”
“ Iya nggakpapa
kok”
“ Kenapa sih
kamu Za.”
“ Nggakpapa kok
Fitri.”
“ Pasti ada
apa-apa kok.”
“ Iya deh aku
cerita masalahku, tapi kamu janji nggak marah ya.”
“ Pasti masalah
Ikmal.”
“ Iya memang,
tapi tolong jangan marah dulu aku mau cerita.”
“ Iya aku
dengerin kok.”
“ Gini Fit, dia
malam malam tiba tiba menyatakan perasaannya ke aku dan aku spontan langsung
menjawab : kasih waktu dua tahun sampek lulusan sekolah untuk memberi tahu
perasaanku ini.”
“ Terus dia
jawab apa?.”
“ Iya mau ,
tapi dia juga bilang jangan beri aku kekecewaan gitu, terus gimana nih?.”
“ Jangan ! kamu
jangan jadi pacarnya dia.”
“ Tapi aku
terlanjur sayang Fit.”
“ Ya udah
terserah.”
Setelah perbincanganku tadi aku saling
diam-diaman dengan Fitri, karena aku merasa kesal. Kenapa sahabatku sendiri tak
merestui semua ini apalagi dengan orang tua ku, yang orang tua ku merestui
seusai aku lulus SMA.
Setelah seiring waktu berjalan cukup
lama kini sudah 2 tahun berlalu dan saatnya melaksanakan ujian nasional. Aku
sudah membuat rencana setelah selesai ujian kelas XII nanti untuk memberi
jawaban perasaanku ke Ikmal karena orang tuaku sudah merestui kalo aku
berpacaran tetapi orang tua ku tetap slalu memberi nasihat ke aku.
Kini ujian nasional telah selesai, tiba
saatnya PENSI disekolahan dilaksanakan untuk perpisahan kelas XII. Ini momen
yang aku tunggu untuk mengungkapkannya namun Ikmal pun sejak pagi sampai siang
menyengat tubuhku dia pun tidak menampakan mukanya dihadapanku. Aku merasa
gelisah dengan tidak ada kehadiran dirinya yang biasanya membuat kelucuan
denganku namun kini tidak ada sosok dirinya, hatiku merasa sangat sedih dan
akhirnya momen ini terbuang sia sia karena acara yang di selenggarakan telah
selesai.
Tiba tiba keesokan harinya aku merasakan
hal yang menyakitkan karena hari yang aku tunggu tunggu hancur tanpa
kehadirannya, tapi itu semua diluar dugaan, aku mendapat berita duka dari
temanku. Ternyata itu Ikmal laki-laki
yang aku sayangi selama ini dan aku baru pendam dihatiku. Perasaanku menjadi
campur aduk, kenapa bisa terjadi aku nggak percaya. Aku pun buru buru kerumah
Ikmal untuk membuktikannya ternyata itu
semua memang benar. Akupun nggak menyangka kepergiaannya meninggalkanku
selamanya disebabkan penyakit komplikasinya, aku tak pernah tau kalau dia
mempunyai penyakit separah itu. Dia tidak pernah memperlihatkan kesakitan nya
itu denganku, kini pun aku baru menyadari kenapa dia sering ijin waktu sekolah.
Mungkin akulah yang harusnya disalahkan atas semua ini. Kenapa aku tidak bilang
“iya” ke dia dari dulu untuk
membahagiakan dia di masa hidupnya yang sangat singkat ini, kini penyesalanku
datang diakhir.
Kepergian Ikmal pun kini membuat hidup
ku tak berguna lagi, kalau seandainya bumi ini bisa memutar berita kesedihan
itu. Aku ingin ngucapin ke dia ” jangan tinggalin aku Mal, aku sebenernya
sayang banget sama kamuL”. Keseharianku
slalu mengingatnya dan slalu menyanyikan lagu untuknya yang judulnya “Saat Terakhir”
L Saat Terakhir L
Tak pernah
terfikir olehku tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi
tinggalkan ku sendiri
Begitu sulit ku
bayangkan
Begitu sakit
kurasakan kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
Dibawah batu nisan
kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh ku tak
sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta
Inilah saat
terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku
menangis pilu
Hanya mampu
ucapkan slamat jalan kasih
Satu jam saja ku
telah bisa cintai kamu kamu kamu dihatiku
Namun bagiku
melupakanmu butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja ku
telah bisa sayangi kamu dihatiku
Namun bagiku
melupankanmu butuh waktuku seumur hidupku dihatiku...
Setiap
melantunkan nyanyian itu mataku tak bisa membendung air mata yang sangat
banyak, akupun langsung mengeluarkan itu semua agar hatiku tak begitu perih
merasakan kisah ini. Seraya merasakan luka yang begitu dalam ternyata sinar
bintang malam selalu memandangi ku dengan senyuman murungnya mungkin bintang
dilangit selama ini memperhatikan kisah cintaku yang begitu mendalam menjadikan
bintang yang awalnya slalu menemaniku dengan kegembiraan kini menjadi muram
namun aku tetap berdoa untuk Ikmal “Selamat jalan Ikmal semoga kamu disana
mendapatkan kebahagiaan walaupun aku disini sangat hancur dan sangat sulit
melupakanmu”.
L THE END J
ILUSTRASI
Cerita
ini saya ambil dari kisah cintaku diSMP, karena sosok laki laki yang begitu
perhatian, bijaksana, baik dan pintar namun terdapat kejelekan dia dimata teman
temannya yang katanya playboy namun kenyataan nya tidak seperti itu. Dia hanya
sangat menyanyangi perempuan siapapun karena dia beranggapan perempuan itu
butuh pengertian. Keakrabanku dengannya menjadi kisah cinta yang begitu tragis
karena sebelum aku memiliki dia, kini dia telah tiada dan meninggalkan ku untuk
selama lamanya.

0 komentar:
Posting Komentar