Selasa, 19 November 2013

Maaf Maaf dan Maaf

| |

MAAF MAAF DAN MAAF

Terik matahari begitu panas kurasakan ,daun – daun kuning  yang mulai  mengeringpun berjatuhan disepanjang  jalan yang kulalui bersama Eviana sahabatku . angin mulai berhembus pelan memainkan jilbabku ,setidaknya aku sediki tmerasakan kesejukkan walau sedikit .saat itu adalah pertengahan bulan Mei 2012 , seperti biasa aku pulang sekolah dengan sahabatku Eviana .rumah kami yang dekat membuataku dan dia sangat akrab .
     “tahu enggak ,tadi waktu dikelas Affan selalu menatap kamu terus lohhh !!! “ kata Eviana meledekku sambi ltersenyum jahil .
‘hallah !!!, kamu itu ada – ada saja “ kataku membantah ucapan Eviana .
“ beneran lohh ran ,nggak Cuma aku  yang ngerasa .tapi hampir semua teman sekelas kita juga ngerasain juga “ ucap Eviana terus meledekku .
        “udahahh ,nggak usah dibahas lagi “kataku mengakhiri percakapan kami .
Affan adalah teman sekelasku ,aku sudah mengenalnya sejak SD karena kami satu sekolahan  pula .dia juga adalah orang yang selalu mencoba meredakan emosiku ketika aku sedang marah .Affan   bisa mengerti dan memahamiku .
Tap iakhir – akhir ini aku mula imerasa resah dengan kedekatanku dengan Affan .itu karena teman – temanku berkata jika sebenarnya Affan menyukaiku. Aku sendiripun tak   ,karena bagiku Affan hanyalah teman biasa ,tak mungkin aku menganggapnya lebih dari hanyasebatasteman .
Keesokan harinya ,saat pelajaran PKN kelasku disuruh untuk membuat kelompokempat orang untuk berdiskusi tentang bab yang kami pelajari .
Tiba – tiba Affan duduk dikursi sebelahku yang kosong .
“ sudah dapat kelompok belum ?? “ Tanya Affan .
“ belum … “jawabku singkat sambil mencoret – coret kertas denganbolpoint .
“ hayy !!!! … “ sapa Ariska dan Dinna .
“ hay juga ,kenapa ris ?? “ Tanya Affan ,sementara aku hanya tersenyum pada Ariska dan Dinna .
         “ fan,PKN kamu kelompoknya dengan siapa ?? “ tanya Ariska
         “ emm....aku sih maunya satu kelompok sama Kiran saja ” jawab Affan sambil tersenyum             padaku .
         “ ahh..sama aku dan Dinna saja fan “ kata Ariska membujuk Affan .
         “ nggak ahh !!! , aku mau sama Kiran aja “ kata Affan lagi
“wah... ada something nihh !! “ ledek Dinna sambil tersenyum .
“something apa , nggak ada apa – apa kok “ kataku malas
“ yang bener ?? “tanya Ariska
“ he’em lahh , ngapain aku bohong . nggak nguntungin buat aku kan!! “ jawabku lagi .
Sejak kejadian itu , aku mulai menjauhi  Affan . bukan karena aku membencinya atau apa , tapi karena aku tidak ingin ada gosip yang tidak – tidak tentangku . sementara itu teman – temanku tak henti – hentinya meledekku terus – terusan .
Hari – hari yang kulaluipun terasa menyebalkan , aku sangat jengkel dengan sikap Affan yang terus menerus mencoba mendekatiku . akupun mulai sebal pada Affan .
“ kamu mau melanjutkan kemana ran ?? “ tanya Ary
Ketika itu aku dan teman – temanku sedang membicarakan tentang rencana kami setelah lulus SMP nanti .
“ aku belum tahu , tapi ibuku menyuruhku mondok “ jawabku sambil bertopang dagu .
“ mondok ? mondok dimana ?? “ tanya Tiwi .
“ nggak tahu aku , mungkin di Magelang . ibuku pernah mengatakan tentang  rencananya untuk memasukkanku dipondok pesantren disana “ jawabku panjang lebar .
“ kalau kamu mondok , terus Affan-nya gimana donk !! “ kata Rangga sambil tertawa meledekku .
“ ahh... selalu saja meledekku .bisa nggak sih satu hari saja nggak usah meledekku “ kataku kesal .
“ hehehe...sorry !! “ kata Rangga sambil meringis .
“ fan , kamu mau melanjutkan kemana ?? “ tanya Priska .
“ aku mau melanjutkan ketempat yang sama dengan Kiran “ jawab Affan sambil memandang kearahku .
“Kiran kan mau mondok !! “ kata Dilla .
“ ya... aku juga mau mondok “ ujar Affan sambil tersenyum .
“ jadi kamu mau ngikutin aku terus ? “ tanyaku pada Affan .
“ iya , aku akan selalu mengikuti kemanapun kamu sekolah nanti “ jawab Affan sambil tersenyum simpul .
Aku hanya bisa menghela nafas ,kenapa Affan masih saja seperti itu .teman – temanku pun akhirnya meledekku lagi , sepertinya mereka takkan pernah bisa berhenti sebelum aku benar – benar marah .
Saat pelajaran matematika , tiba – tiba Affan menghampiriku dan duduk disebelahku lagi . aku sudah sangat jengkel dengan tingkahnya , kenapa dia terus mendekatiku .
“ ini gimana ran ?? “  tanya Affan sambil menunjuk kesalah satu rumus matematika dibukunya .
“ mana aku tahu , sudah sana pergi  “ kataku marah , tapi Affan masih saja diam disana .
“ sana pindah , aku bilang sana pindah Affan !!! “ kataku keras sambil menatapnya tajam .
Teman – temanku yang mendengarnya memperhatikan aku dan Affan . karena aku sudah tidak betah jika terus duduk disebelah Affan , akhirnya aku pindah kebangku milik temanku . celakanya kursi yang ada disampingku juga kosong . seperti dugaanku , Affan pindah kesampingku lagi . aku hanya dapat menghela nafas dalam – dalam , sementara teman – temanku memperhatikan dengan tersenyum jahil .
“ ehemm...ehemm aku juga pengen donk !! “ kata Hafidz sambil tersenyum menggodaku .
“ diam kamu !!!! “ kataku keras dan marah pada Hafidz , seketika itu juga semua temanku diam .
Aku menatap Affan dengan perasaan yang sulit untuk diungkapkan , aku merasa marah , jengkel dan muak padanya . kemudian aku mengemasi tasku dan beranjak pergi dari kursi itu . aku akhirnya menempati bangku milik Andrea , untungnya kursi disampingnya ditempati oleh Fatma , jadi Affan pasti tidak akan mengikuti aku lagi .
“ kamu kenapa sih benci sekali sama Affan ?? “ tanya Fatma
Sebenarnya aku tahu jika Fatma menyukai Affan , jadi aku merasa malas menjelaskannya . pasti dia akan terus – terusan bertanya .
“ nggak apa – apa kok ! “ jawabku singkat , kemudian aku menyibukkan diri dengan membaca buku .
Semakin hari aku semakin benci pada Affan , tapi sepertinya takdir tidak berpihak padaku . aku kembali harus berurusan dengan Affan . kali ini , guru matematikaku meminta aku menjadi wakil dalam lomba olimpiade matematika tingkat SMP/MTS. Awalnya aku mau dan senang – senang saja, tapi ketika aku tahu jika pasanganku yang akan mengikuti lomba itu ternyata Affan , aku menjadi malas dan berusaha untuk tidak jadi mengikutinya .
Aku meminta pada guruku agar aku digantikan oleh Rista temanku yang juga pandai dalam matematika , tapi guruku menolak dengan tegas .
“ aku mohon pak , ganti aku dengan Rista saja . aku yakin Rista lebih pandai dibanding aku dalam pelajaran matematika “ kataku meminta pada guruku .
“ tidak bias begitu , kamu yag harus ikut , bukan Rista “ tegas guruku sambil menatapku .
Aku hanya bisa pasrah menerima keadaan ini , tanpa kuduga ternyata guruku yang bernama pak Cholis itu mengetahui sebab kenapa aku ingin mundur dalam lomba itu . diapun malah menggodaku habis – habisan , dan juga mengatakan jika aku dan Affan adalah pasangan yang serasi .
“ dia baik Kiran , Affan berbeda dari teman – teman sekelasmu yang laki – laki . dia pintar , baik ,sopan dan untuk tampangnya dia termasuk lumayan lohh !! “ kata pak Cholis ambil tersenyum . aku hanya dapat diam sambil menunduk .
“ baiklah !!!! , terserah kamu saja . mau Affan atau Rista yang ikut , tapi yang pasti kamu harus ikut” ucapnya lagi .
“ benar pak ??? “ tanyaku bersemangat
Pak Cholis hanya tersenyum dan mengangguk . aku sangat senang sekali , akhirnya aku tak jadi berpasangan dengan Affan . akupun memilih Rista yang akan menjadi pasanganku dalam lomba itu.
Hari demi hari tanpa sadar aku semakin dekat dengan Ujian Nasional .aku berusaha belajar dengan semaksimal mungkin , walau gossip tentang aku dan Affan masih saja dibicarakan . bahkan guru – guruku banyak yang mengetahuinya dan tak jarang mereka meledekku . sering aku dengar dari guruku jika aku dan Affan pacaran , tentunya mereka akan sangat mendukung  dan mengetahuinya .
Sebenarnya aku tak bermaksud berbuat kasar ataupun tidak sopan pada Affan , aku hanya tidak mau memikirkan hal – hal yang tidak penting bagiku , dan pada akhirnya akan menghambat prestasiku dalam sekolah .aku tahu semua tentang Affan dari Hanafi sahabatnya . Hanafi pernah menemuiku ketika aku sedang duduk sendirian didepan kelasku . katanya Affan mulai menyukaiku ketika kelas enam SD , tapi baru sadar jika dia memiliki rasa yang lebih dari hanya teman padaku ketika kelas dua SMP . selama ini Affan pun tahu semua tentangku , termasuk kenapa sampai sekarang aku belum memiliki pacar .
Akhirnya aku lulus SMP dengan bahagia , aku masih tetap menjadi peringkat satu dan syukurlah aku menjadi lulusan terbaik di SMPku . aku melanjutkan ke SMA yang aku inginkan , sedangkan Affan melanjutkan kesalah satu SMK dikotaku . kini setelah berlalu hampir satu tahun , aku mulai menyesal atas perlakuanku pada Affan dulu . aku sadar jika aku salah pada Affan , bahkan mungkin berdosa besar padanya .kini aku dan Affan takkan bisa lagi seakrab dulu , yang tersisa kini hanya penyesalan – penyesalan dalam hatiku . aku merasa bodoh karena membuang – buang waktuku yang tersisa dulu waktu di SMP hanya untuk hal – hal yang sebenarnya malah membuat aku kehilangan sahabat terbaikku sejak SD , kini persahabatan kami renggang juga karena masalah ini .
Suatu hari nanti saat aku sudah dapat memaafkan sikapnya itu dan melupakan semua yang pernah terjadi , pasti aku akan meminta maaf padanya .
“ maaf , maaf dan maaf “ kataku dalam hati sambil menatap fotonya dalam album kenangan SMPku ,kemudian menatap jalanan yang mulai basah oleh titik – titik hujan yang berjatuhan dari atas langit . seperti hatiku kini yang terisi oleh penyesalan karena telah menyakiti hati Affan .
SELESAI…











0 komentar:

Posting Komentar

Template Hits

About this blog