Rabu, 25 September 2013

"Cewek Tomboy Memendam Cinta"

| |




Cewek Tomboy Memendam Cinta

Pagi itu waktu aku dan sahabat-sahabatku di kelas kita sedang duduk dan berincang-bincang bersama.
“Cinta? Apa itu? Semacam kue talam kah?” tanyaku sinis pada kedua sahabatku.
 PLAKK!! Sebuah tangan jatuh dibahuku.
 “Kau ini ! selalu saja, jika di tanya soal cinta kau selalu jawab tak jelas seperti itu!” seru mereka tak terima.
“Kau tahu, aku paling benci bila dikait-kaitkan dengan hal yang berlambang hati itu.” Jelasku. Aku memang kesal padanya. Bagaimana tidak ? Setiap aku dan mereka bertemu, selalu saja itu yang dibahas. Apalagi kalau bukan tentang C-I-N-T-A. “Kau tahu kan ? Aku belum kepikiran soal cinta. Cukup saja kusimpan cerita itu dari pada aku harus tersakiti.” Kataku sekali lagi. Kini ayu dan dara terdiam. Agaknya dia memahami kata-kataku.
“Benar juga.” Gumamnya.
 “Oke, Thanks for your help !” dia meninggalkan aku terlantar didepan kelas.
 Aku menghela napas, mengapa selalu ada kata cinta itu sih? Jatuh cinta itu memang hal lumrah. Tapi harus mengerti situasi dan kondisinya terlebih dahulu dong! Cinta kan, bukan satu-satunya hal yang bisa menenangkan pikiran kita jika sedang bersedih. Menurutku, lebih baik aku mengikuti sepak bola full time dari pada harus merasakan jatuh cinta. Mungkin pemikiranku ini bodoh, karena sebelumnya aku belum pernah jatuh cinta!
Lamunanku dibuyarkan dan diganti oleh sosok laki-laki didepan mata. “Gilang pamungkas ?” tanyaku. Cowok yang baru aku kenal dari kelas 7F kini di kelas 9F.
“Luna sebaiknya nanti kita harus latihan bulutangkis untuk “Bupati Cup.” Aku Cuma mengangguk.
“Tolong kamu siapkan shutelkook dan kasih tau anak” untuk latihan .” katanya sambil menepuk bahuku dan berlalu.
Beberapa jam kemudian..
Aku lupa! Aku harus menyiapkan latihan untuk “Bupati Cup.” Mungkin karena ayu dan dara si cewek cantik dan populer yang tak lain sahabatku sendiri. Gara-gara soal cinta tadi aku sempet tak fokus jadinya. Huh!.
Sepulang sekolah Aku segera bersiap untuk memulai latihan bulutangkis, Aku mengayuh sepeda menuju ke tempat latihan.
Beberapa waktu kemudian...
 setelah selesai latihan bulutangkis aku berkumpul bersama tiga cowok beken.
 “Luna, sejak kapan kamu tomboy seperti ini?” tanya noval
“Mungkin sejak aku kecil, karena ku mencintai dunia Olahraga.” Jawabku.
Seketika itu Gilang seperti tersedak makanan. “Luna Tomboi? Emang iya?”.
 “Haduh kau ini! tak perlu kau tanya, pasti kau tahu sendiri. Walaupun dia berjilbab namun penampilannya tomboi. Apa kau tak menyadarinya? Dunia olahraga apa aja dia bisa melakukannya seprti, sepak bola, Bola basket dll.” jawab Nasrul yang sudah mengenalku sejak lama.
“Mungkin karena kau baru mengenalku jadi kau belum tahu.” Kataku.
Sekarang aku bingung mengapa aku bebincang-bincang tentang aku bersama tiga cowok beken ini? Setelah itu, aku pulang dan meninggalkan tiga cowok beken itu.
Sampai rumah pukul 16.30 WIB. Aku menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Letih rasanya, tapi masih untung letih karena tugas atau latihan ini dari pada galau karena cinta. Cinta lagi, *nah lho (?)
Tiba-tiba handphone ku bergetar ada sms masuk dengan nomer ang tidak aku kenal. Begini isinya :
“Selamat malam cewek tomboi:D ”.
Aku langsung membalasnya...
Aku : maaf ini siapa ya?
(?) : Gilang Pamungkas
Ternyata ini anak. Lumayan punya teman sms an.
Gilang : Gimana tadi latihan bulutangkis nya?
Luna : Udah deh, lagi males mikirin itu. Capek plus seteres! -__-“
Gilang : Kasihan deh, cewek tomboi nya lagi capek :p
Lunai : Peduli amat kamu sama aku?
Gilang : Kan aku care sama kamu :D
Luna : Ah, kamu bisa aja. *Meluk guling*
Gilang : Yehh, guling kok dipeluk, mendingan kan aku yang dipeluk :D
Luna : Ahh, kamu bikin aku klepek-klepek?
Gilang : Kamu jangan klepek-klepek kayak ikan kurang air, ntar cantiknya ilang loh :D
Luna : Kamu bikin aku jadi makin nge-fly?
Gilang : Jangan terbang dong ntar kan aku bisa merana karena kehilangan kamu :D
Idihh ini anak. Buat aku kehipnotis akan kata-katanya. Sebenarnya aku paling benci digombali apalagi sama cowok. Tapi entah kenapa, aku menikmatinya dan makin diam terpaku. Biasanya, kalau ada yang begitu, aku nggak segan-segan memarahinya. Tapi mengapa ini tidak?
Mulai hari itu juga, aku makin penasaran denganGilang. Aku merasa aneh dengan sikapku sendiri. Sejak itu pula, aku nggak bisa tidur. Fikiranku selalu terbayang tentangGilang Pamungkas. Ada apa dengan dia? Ada apa juga dengan diriku? Rasanya aku ingin bertanya tentang masalah ini. Dan aku sudah menemukan siapa orangnya.
“Hai !” Sapaku pada kedua sahabatku.
“Hai, tumben amat. Ada apa? Tanya ayu
“umm, aku mau tanya. Jatuh cinta itu seperti apa sih?
“HWAA ! APA? Luna jatuh cinta?” Mereka berdua mengejek ku
“Aku cuman tanya!” Seruku
“Coba aja sendiri. Rasanya itu tidak bisa di lukiskan dengan kata-kata!” jawab mereka sambil pergi. Aku jadi makin penasaran. What The Meaning of Affection?
Malam harinya aku meng-sms Gilang dan bertanya akan kejadian aneh yang ku alami belakangan ini.
Luna : Jatuh cinta itu seperti apa sih?
Gilang : Ecieee, ada yang lagi kasmaran nih :D coba aja kamu rasakan sendiri
Luna : Seperti tidak bisa tidur dan kepikiran dia terus?
Gilang : Nah, itu salah satunya (y)
Luna : Aku nggak lagi kasmaran kok. Cuma nanya doang?
Gilang : Emang belum pernah?
Luna : Belum. Maka nya aku tadi tanya kamu. Kamu pernah ngerasain cinta? Udah pernah pacaran juga?
Gilang : Wahh, ya sudahlah :p Kamu juga pernah pacaran?
Luna : Ngerasain jatuh cinta aja nggak pernah. Apalagi pacaran -__- Makanya tadi aku tanya sama kamu
Gilang : Aku bisa jadi pacar pertamamu kalau aku mau :p
Luna : Apaan sih kamu ini. Malu tau.
Gilang : Jangan dianggap serius loh.
Luna : Udah dulu ya aku mau tidur dulu. Makasih udah temenin aku sms-an. See you next Time. Wassalamu’alaikum.
Gilang : Iya, Wa’alaikumsalam.
Kejadian malam itu makin buatku aneh. What Happend with me? Apakah aku jatuh cinta?. Nmaun aku masih bingung  membedakan antara cinta dan emosi sesaat.
“Ya Allah, aku tahu kini. Perasaan aneh itu ternyata rasa cinta. Rasa cinta yang digetarkan oleh lawan jenis. Ya Allah, jangan jadikan cintaku ini padanya melebihi cintaku padamu Ya Allah. Aku yakin, kau limpahkan banyak cinta kepada hambamu. Dan cinta yang kau anugerahkan padaku akan dibagi untuknya. Ya Allah, kini aku tahu. Aku cinta Gilang Pamungkas. Tapi sekarang mungkin cinta yang hanya cinta sebatas teman.”
Keesokan harinya ..
Aku menceritakan soal “CINTA” itu ke dua sahabatku. Kini mereka mengerti.
“Kenapa nggak kamu tembak aja dia?”
“Tembak katanya. Suka aja itu udah cukup kok buatku.” Jawabku
“Kamu ini, aneh dari cewek yang lain tau!”
“Aneh? Aneh kenapa?”
“Biasanya kalau cewek suka sama cowok dia pasti ngejar-ngejar cowok itu sampai jatuh sekalipun. Cewek biasanya ngasih perhatian ‘lebih’ ke cowok sampai cowok itu ngerespon. Tapi kenapa kamu ini nggak kayak gitu?”
“Memangnya harus begitu ya?” tanyaku aneh.
PLAKK! Sebuah tangan jatuh di bahuku. “Sekarang aku tanya, kamu suka Gilang karena apa?”
“Enggak tau. Jawabku. Mereka berdua malah tertawa garing. Lebih tepatnya tertawa mengejek.
“Sekarang kamu aja nggak tau penyebab suka dia.”
“Ingat ya! kalau kamu suka sama seseorang karena dia mahir melakukan sesuatu, itu bukan cinta, tapi KAGUM. Kalau kamu suka seseorang karena dia tampan atau cantik, itu bukan cinta, tapi NAFSU. Kalau kamu suka seseorang karena dia tajir, itu bukan cinta, tapi MATRE. Kalau kamu suka sama seseorang karena dia orangnya baik sama kamu, itu bukan cinta, tapi RASA TERIMA KASIH. Tapi, kalau kamu suka seseorang padahal kamu nggak tau kenapa kamu bisa suka sama orang itu. Itu baru CINTA YANG SESUNGGUHNYA.” Jelasku panjang lebar plus tinggi ditambah volume dikali dua *nah lho (?)
“Udahlah… hahaha… “ Ucap mereka berdua sambil berlalu. Dasar ini anak!Bukan karena mencintaimu dengan diam aku akan menderita. Bukan karena mengagumimu aku akan merana. Namun ketika kuartikan cinta itu pada sisi kehadiran dan kebersamaan denganmu, maka itulah penderitaan yang sesungguhnya.(fikirku)Soal cinta itu? Aku sebenarnya masih bingung antara cinta dan emosi sesaat. Apalagi ini adalah pertama kalinya aku jatuh cinta. Bisa di bilang aku masih junior dan aku juga enggan untuk lebih memahaminya. Karena aku yakin itu tak ada gunanya (menurutku). Aku lebih memilih memendam rasa cinta itu dan menjadi sahabat karib Gilang. Karena pacaran itu bukan “gaya” ku dan aku takut nantinya akan tersakiti. Sebenarnya aku tipe cewek yang lebih memilih masa depan dari pada cinta. Lebih baik aku memendam rasa cinta dan bodoh soal cinta dari pada nantinya akan tersakiti dan bodoh soal pengetahuan.

0 komentar:

Posting Komentar

Template Hits

About this blog